#WeAreAllMaryam

Lebih dari 9 kali ditahan, sepanjang 600 hari dalam kurun waktu 3 tahun menghabiskan waktu dalam sel-sel sempit. Itulah realita pahit yang dialami Maryam masa kini, perempuan penjaga Al-Quds, Khadejah Khuwaes.

Terinspirasi oleh perjuangan para Perempuan Al-Quds, hadirlah kampanye tagar #WeAreAllMaryam yang mengajak masyarakat dunia untuk berdiri bersama mereka, mengakhiri ketidakadilan.

Inisiator gerakan, UKEAD Turki (Lembaga Kebudayaan Al-Quds) telah menggalang dukungan dari 30 Negara untuk mengikuti gerakan ini, di antaranya, Malaysia, Kanada, Meksiko, Brazil, Yordania, Indonesia, dll. Melalui berbagai media, kampanye ini akan terus digalakkan terhitung sejak tanggal 28 Januari hingga 8 Maret 2019.

dr. Ali Abu Shafia sebagai Direktur Hubungan Eksternal UKEAD menjelaskan bahwa, “Maryam adalah sebuah ikon yang diambil dari realitas Palestina di Al Quds yang mengalami penderitaan luar biasa karena ia mempertahankan tanah airnya dan nilai-nilai yang ia yakini. Selain itu, terinspirasi oleh Maryam AS yang menjadi Ibu dari Nabi Isa AS. Maryam AS telah hidup di Al Quds, maka kita wajib memelihara perempuan-perempuan Al Quds agar mereka bisa hidup lebih baik dan tenang di tanah air yang mereka cintai”.

Adara Relief International (Lembaga Kemanusiaan Anak & Perempuan Palestina) yang mewakili Indonesia, bersama Indosat menggelar Deklarasi Dukungan Indonesia untuk Gerakan “We Are All Maryam” pada Kamis (21/02) di Auditorium Kantor Pusat Indosat, Jakarta.

deklarasi dukungan indonesia untuk #WeAreAllMaryam
Deklarasi Dukungan Indonesia Untuk gerakan #WeAreAllMaryam

Adara mengundang banyak elemen. Bapak Soeripto (Ketua KNRP), Ibu Ledia Hanifa (Anggota DPR RI), Bapak Imam Sholehuddin (Redaktur Jawa Pos), Adam Ali (penyanyi religi asal Lebanon), Rafa Karimah (Komisi Kemuslimahan FSLDK Indonesia), serta puluhan perwakilan ormas Islam hadir mengikrarkan bersama dukungan terhadap #WeAreAllMaryam yang dipimpin oleh Ustadzah Nurjannah Hulwani sebagai Ketua Adara Relief Internasional.

deklarasi dukungan indonesia untuk #WeAreAllMaryam
Rafa Karimah (Komisi Kemuslimahan FSLDK Indonesia) dan puluhan tokoh lainnya

“Apapun yang bisa kita berikan, materi maupun dukungan berbagai macam, berikanlah. Semoga betul-betul Indonesia yang menjadi pembebas al-Aqsa!,” begitulah Prof. Nabila Lubis, sebagai salah satu undangan, menutup sambutannya dengan doa yang indah. Aamiin.

Lantas, apa kontribusi kita untuk kiblat pertama umat Islam ini?

Mari kita sukseskan gerakan #WeAreAllMaryam #KitaSemuaMaryam #KullunaMaryam

Hangatkan Musim Dingin Palestina

Desember hingga Februari merupakan masa-masa terberat yang wajib dilalui oleh saudara kita di Palestina. Hari-hari terasa panjang dengan suhu udara di bawah nol derajat. Beberapa titik bahkan tertutup salju. Bagi yang masih memiliki rumah, penderitaan ini tidak akan terlalu terasa berat. Namun bagi saudara-saudara lain yang rumahnya telah hancur dibombardir maupun digusur oleh Zionis Israel, maka rasa dingin kian menusuk hingga tulang. Belum lagi pengungsi Palestina baik yang ada di dalam maupun luar wilayah Palestina. Mereka harus berusaha bertahan dengan tempat tinggal yang hanya beratap dan berdindingkan selembar tenda dan beralaskan tanah liat yang becek.

Uluran tangan kira akan sangat membantu untuk menghangatkan dan menyemangati mereka. Oleh karena itu, dimulai Ahad, 20 Januari 2019 FSLDK membuka donasi untuk program Musim Dingin Palestina yang bekerja sama dengan KNRP.

Rekening Donasi:

Bank Muamalat
No. Rek. 3690 0333 33
a.n. Komite Nasional untuk Rakyat Palestina

BNI Syariah
No. Rek. 2018 800 877
a.n. Komite Nasional untuk Rakyat Palestina

Konfirmasi : 08980188741 (Umar)

Donasi akan kami himpun maksimal sampai tanggal 31 Januari 2019.

Insya Allah pada Ahad, 20 Januari 2019 besok kami hadir di CFD Sudirman Jakarta untuk memberi kesempatan kepada teman-teman untuk langsung memberikan donasinya.

Mari, sampaikan salam hangat dari Indonesia untuk Palestina!

#SOLIDARITASPALESTINA

Palestina kembali memanggil! Hak-hak sipil warga Palestina terenggut mulai dari nyawa hingga pengusiran. Kini, mereka sedang berjuang dalam aksi “Great Return March” yang puncaknya akan terjadi pada 15 Mei 2018 bertepatan dengan peringatan Hari Nakba. Juga penolakan pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem pada 14 Mei 2018. Ada dimana posisi kita, masihkah dalam kebenaran? Masihkah hati memiliki nurani yang hidup?

FSLDK Indonesia dengan 37 Puskomda dan 775 LDK yang tersebar di Indonesia, sebagai bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi nilai ukhuwah (persaudaraan), persatuan, dan keadilan merasa perlu untuk menyampaikan sikap sebagai berikut:
*release kami sampaikan dalam tiga bahasa,
• Indonesia:
bit.ly/IND-SIKAPFSLDK-PALESTINA
• Arabic:
bit.ly/AR-SIKAPFSLDK-PALESTINA
• English:
bit.ly/ENG-SIKAPFSLDK-PALESTINA

Kami mengajak juga untuk bergabung di AKSI #SOLIDARITASPALESTINA pada:
Jumat, 11 Mei 2018 di 37 titik di Indonesia. Terkhusus warga Jakarta dan sekitarnya, aksi akan bergabung bersama para Ulama dan Aktivis Baitul Maqdis.

Mari langitkan doa terbaik kita untuk saudara di palestina! .
Jakarta, 3 Mei 2018
Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia,
Ketua LDKN Salam UI 2017,
@fahrudin.alwi