Kabar Palestina, Alarm Kita

Sejak Palestina dilanda musim dingin, perjuangan masyarakat Ghaza dalam mempertahankan hidup semakin bertambah.  Wartawan Indonesia untuk Palestina, Abdilah Onim menceritakan kondisi anak-anak Palestina yang tengah kedinginan. Untuk meminimalisir kedinginan, mereka menyalakan api unggun. Mirisnya, pernah terjadi kebakaran di saat mereka tertidur, yang tak lain disebabkan oleh api unggun yang digunakan untuk menghangatkan tubuh para penghafal Quran tersebut. Meskipun demikian, tidak ada rona takut terpancar dari wajah mereka. Air mata kesakitan yang mengaliri pipi pun tak berselang lama. Berlarut-larut dalam kesedihan, bukanlah sifat mereka.

Itulah sebabnya, mengapa kita sering melihat adanya potret-potret para mujahid di atas kursi roda yang ikut bersama rombongan demonstran. Walaupun demonstrasi yang diharapkan dapat memberikan hak justru malah menghilangkan nyawa, mereka tidak pernah takut. Kematian di ranah perjuangan adalah kematian yang membanggakan. Berharap menjadi syuhada yang dimuliakan Allah di sisiNya.

Dilansir dari portal berita Suara Palestina.com yang dibagikan oleh Abdillah Onim, di halaman facebook-nya, sebanyak 22 orang demonstran Palestina mengalami cidera akibat serangan dari pihak Yahudi, Jumat (04/01/19) kemarin. Tak hanya warga, tim medis pun termasuk ke dalam daftar korban cidera tersebut. Ribuan warga dalam aksi yang disebut Masirat Al Kubra ini ditembaki pihak Israel dengan peluru tajam dan gas air mata.

Adalah salah satu bukti kekuasaan Allah, di saat para mujahid meninggal di medan perjuangan, Allah memberikan calon-calon pengganti mujahid dari rahim ibu-ibu di Palestina. Tanah Palestina terkenal dengan kelahiran bayi kembar. Memasuki tahun 2019, bayi kembar tiga lahir di empat wilayah Palestina. Mereka lahir dari kaum Dhuafa, yang tentu saja membutuhkan bantuan beruapa selimut dan beberapa bantuan keperluan bayi lainnya.

Kembali menjadi alarm bagi kita, bahwa saudara-saudara kita saat ini masih berjuang mempertahankan tanah suci. Sudah selayaknya kita sebagai pemuda muslim juga ikut membantu perjuangan mereka, baik dengan materi maupun doa. Semoga doa yang diselipkan pada waktu dua pertiga malam langsung diluncurkan Allah kepada para saudara kita di Palestina.