Pentingnya Menanamkan Akidah Pada Anak

Oleh    : Rina Okdwiani

          Anak merupakan generasi yang akan memimpin bangsa dan menjadi pemuda tonggak peradaban Islam. Sehingga perlu ditanamkan akidah pada diri anak sejak usia dini, karena pada usia ini anak masih dalam keadaan bersih sesuai dengan fitrahnya.

 “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anak, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata) “ Hai anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” (QS Al Baqoroh :132)

          Faidah yang dirasakan jika aqidah sudah tertanam dalam jiwa anak ialah terbiasa tawadu dan selalu meminta pertolongan kepada Allah, senantiasa menyandarkan kesuksesan dan kebahagian yang diperoleh dengan bersyukur kepada Allah, mampu menerima semua ketentuan Allah baik menyenangkan atau sebaliknya.

Ubaidah bin Shamit berkata kepada putranya “Wahai anakku, sesungguhnya engkau tidak akan dapat merasakan lezatnya iman hingga engkau bisa memahami bahwa apa yang ditakdirkan menjadi bagianmu tidak akan meleset darimu, dan apa yang tidak ditakdirkan untukmu tidak akan engkau dapatkan. Aku pernah mendengar Rasululah bersabda “Pertama kali Allah menciptakan pena, lalu Allah berfirman kepadanya : “Tulislah!” pena itu menjawab “Wahai Rabb, apa yang harus aku tulis?” Allah menjawab : “Tulislah semua takdir yang akan terjadi hingga datang hari kiamat. “Wahai anakku, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: “Barangsiapa meninggal tidak atas keyakinan seperti ini maka ia bukan dari golonganku.” (HR. Abu daud, Kitabus Sunnah no 4078, dihasankan oleh Syuaib al Arnauth dalam Takhrij Sunah Abi Daud no 4700).

Berikut cara menanamkan akidah pada anak antara lain:

1. Dekatkan anak dengan kisah-kisah atau cerita yang mengesakan Allah.

Al Quran berisi begitu banyak kisah-kisah yang bisa diajarkan kepada anak yang dapat menanamkan nilai ketauhidan. Solusi lainnya ialah membelikan buku yang berisi kisah-kisah dalam Al Quran. Sebagaimana KH. Zainuddin MZ berpesan bahwa “Didiklah mereka dengan jiwa tauhid yang mengkristal di dalam batinnya, meresap sampai ke tulang sumsumnya, yang tidak akan sampaiun nyawa terpisah dari hatinya. bahkan dia sanggup dengan tegar berkata “lebih baik saya melarat karena mempertahankan iman daripada hidup mewah dengan menjual aqidah”.

2. Ajak anak mengaktualisasikan akidah dalam kehidupan sehari-hari.

Bisa dilakukan dengan mengajaknya sholat, kenalkan masjid, majelis taklim dan ajak mereka untuk mendengarkan bacaan Al Quran dari lisan orang tuanya.

   3. Mendorong anak untuk serius dalam menuntut ilmu.

Bisa dilakukan dengan orang yang kita anggap dapat membantu membentuk frame berpikir islami seperti mendorong anak untuk bersilaturahim, berkunjung ke pengasuh pesantren untuk berdiskusi, mendatangi masjelis ilmu yang dapat menguatkan akidah anak.

Sumber: https://muslimah.or.id/11298-mengajarkan-akidah-sejak-dini.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *