Mujahadah An-Nafsi di Bulan Suci

Bulan Ramadan adalah bulan mujahadatun nafsi (berperang melawan hawa nafsu) dan setan yang selalu menggoda. Mujahadah melawan hawa nafsu supaya nafsu itu tidak melawaan kita, sebab nafsu itu sangat jahat. “Innan nafsa Ia ammaratun bisuuk” Sesungguhnya nafsu itu mengajak pada kejahatan (QS. Yusuf:53). Begitu setan yang mengajak manusia kejalan yang sesat.

Kita sering menyaksikan orang-orang yang menghambakan dirinya kepada hawa nafsu angkara murka, dan setan durhaka. Hidup mereka seolah-olah akan abadi di dunia ini, mencari rezeki tak peduli halal-haram, tak pernah membayar zakat, suka berfoya-foya, mabuk-mabukkan, sombong, congkak, dengki, dan sebagainya. Bagi orang semacam ini perlu ada tabligh yang khusus dan berencana. Para mubalighlah yang mampu merubah keangkuhan mereka.

Sebagai khalifah di bumi, manusia harus tunduk kepada hukum-hukum Allah yag telah diturunkan dalam Al-Qur’an. Supaya hati dapat menerima hukum Allah, harus diusir dulu setan dan hawa nafsu yang bersarang dalam hati. Nafsu yang jahat tidak mungkin menyatu dalam satu ruang dengan qalbu yang salim. Dalam sebuah hadist Qudsi Allah berfirman,

“Wahai hambaku, telah kujadikan taman surga bagimu dan engkaupun telah memperuntukkanku tamanmu untuk Ku. Tetapi renungkanlah apakah telah kau lihat tamanku sekarang? Apakah engkau sudah masuk ke dalamnya?

Si Hamba berkata, “Tidak ya Rabbi”. Allah berfirman lagi, “Apakah aku telah masuk kedalam tamanmu?”

Tentu si hamba akan menjawab “sudah ya Rabbi” Allah berfirman, “ketika engkau hampir masuk ke taman surga Ku. Aku keluarkan setan dari taman Ku, semuanya untuk mempersiapkan kehadiranmu. Aku berkata kepadanya: Keluarlah kamu dari sini dalam keadaan hina-dina. Aku keluarkan musuhmu sebelum kamu masuk ke situ.

Sekarang apa yang kamu lakukan. Aku sudah berada di tamanmu 70 tahun. Mengapa belum juga kau keluakan musuh Ku? Mengapa belum kau usir dia? Pada waktu itu si hamba berkata: “Tuhanku, engkaulah yang berkuasa untuk mengeluarkan dia dari taman Mu, tetapi aku hamba renta dan lemah, aku tidak kuasa mengeluarkannya!”

Allah berfirman: orang lemah akan menjadi kuat apabila masuk dalam perlindungan Ku. Masuklah dalam perlindungan Ku agar engkau kuat sehingga engkau sanggup mengeluarkan setan dari taman hatimu. Ucapkanlah ta’awudz. Ta’awudz merupakan senjata yang ampuh untuk melawan setan dan nafsu jahat yang bersarang dalam batin manusia”.

Demikian Fakhrur-Radhi menulis dalam tafsirnya. Perlindungan Allah adalah ikhlas beramal. Ia baru terwujud apabila kita terus bermujahadah. Oleh Drs. Tgk. H. Ameer Hamzah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *