Mengambil Hikmah dari Perjuangan Kartini

Kartini merupakan sosok perempuan yang memiliki kecerdaan komunikasi – relasi dengan kalangan Belanda, namun beliau tidak akan memihak pada penjajahan. Bila selama ini kita mengetahui bahwa Kartini adalah hanya sebagai pejuang hak – hak perempuan, namun sejatinya beliau juga memerdekaan hak – hak warga pribumi salah satunya adalah dengan mencegah pembodohan yang dilakukan oleh penjajah kepada bangsa Indonesia yang hanya golongan tertentu saja yang dapat bersekolah. Dan hal yang menjadi fokus perhatian beliau adalah pada masalah pendidikan dan masalah ekonomi mikro. Dalam masalah pendidikan kartini mendirikan sekolah umum bagi masyarakat pribumi khususnya pada pendidikan perempuan agar perempuan menjadi cerdas serta sebagai sekolah pertama dan utama yang berkualitas bagi anak-anaknya. Selain itu R.A Kartini menghimpun dan mengembangkan potensi perajin Jepara sebagai ahli ukir mebel guna memberikan kesejahteraan hidup bagi masyarakat sehingga masyarakat Jepara tidak harus bergantung pada penjajah.
Kartini pernah mengirim surat kepada Stella Zihandelaar pada 6 November 1899 dan Ny Abendanon pada 15 Agustus 1902 yang berisi curhatanya bahwa beliau tidak memahami agamanya (Islam) bahkan tidak mau lagi membaca Al Quran. Namun, Qodarullah beliau bertemu dengan guru ngajinya yang bernama Kyai Sholeh Darat. Beliau belajar mengenai tafsir surat Al Fatihah bahkan beliau diberikan buku kitab tafsir Faid Al Rahman sebagi kado pernikahannya dengan Raden Adipati Joyodiningrat yang ditulis dalam bahasa Jawa menggunakan huruf Pegon agar tidak menimbulkan kecurigaan penjajah.
Harus diakui, Kartini memang pernah terpengaruh ide-ide emansipasi, namun itu sebelum ia mengaji pada Kiai Saleh Darat, gurunya dua pembesar negeri, Kiai Ahmad Dahlan dan Kiai Hasyim Asy’ari. Gurunya ini membawa pencerahan berbeda untuk Kartini yang akhirnya menyerukan cita-cita pengajaran akhlak atau budi pekerti untuk kaumnya ini.
Pemikiran dan cita-cita budi pekertinya ini, oleh Sulastin diberi judul Pikiran yang dikutip dari surat-surat yang tidak diumumkan, salah satunya ialah nota yang ditulis Kartini dengan judul Berilah Orang Jawa Pendidikan!.

#FSLDKPURWOKERTO #MerangkulLebihDekatMenjelajahLebihJauh #HariKartini #MuslimahCerdasBerbudaya #MuslimahRahimPeradaban #MuslimahTaatNegaraKuat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *