Kilas Balik Perjuangan

Kota Mekkah dan Madinah menjadi tinta sejarah perjuangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasalam yang tak akan pernah luput dari benak setiap umat manusia di manapun ia berada. Di sana, ia adalah sosok multitalenta. Ia tidak hanya mampu mengumandangkan pekik-pekik orasi. Namun ia juga mampu menyentuh hati-hati manusia dengan tutur kata lemah lembut nan sejuk.

            Ia tidak cinta kepada dunia fana. Ia tidak dengki kepada penguasa bertahtakan emas dan intan permata. Jika pada abad ini orang senang mengikuti ajang pencarian bakat dengan hadiah yang fantastis dan menghamburkan berjuta-juta dolar. Agar lewat itu ia menjadi terkenal dan menjadi idola. Ia tidak silau dengan segala macam fasilitas megah, apalagi agar orang menganggapnya idola. Namun tentu saja, sampai pada abad ini namanya masih menjadi sebutan. Namanya menjadi idola, tidak hanya pada sebutan di lisan, tapi juga pada ikrar sedalam-dalamnya di hati umat manusia.

            Pun sampai saat ini. Ketika banyak orang-orang berebut gelar agar dianggap seorang yang pintar. Ia tidak seperti itu. Dari awal masa mudanya ia sudah dijuluki “Al Amin” oleh masyarakatnya. Seorang Michael Hart pun sampai pada detik ini masih menempatkannya pada urutan pertama orang paling berpengaruh dunia. Ia mengalahkan tokoh-tokoh barat yang banyak melahirkan teori-teori peradaban yang “katanya” mampu membawa kedamaian.

            Kemuliaannya tidak terbatas pada waktu. Ia mendominasi dari segala sisi, baik itu ekonomi, politik, sosial dan sebagainya. Pasukannya adalah pasukan terbaik dalam sejarah peperangan. Panglima perang dan seluruh pasukannya siap mempertaruhkan nyawa demi dirinya. Giginya patah memperjuangkan agama yang mulia ini. Nafasnya tersengal menahan debu padang pasir ketika musuhnya menghujam dirinya dari segala arah.

            Inilah kilas balik perjuangan yang perlu diketahui oleh anak dan cucu kita pada detik ini. Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasalam berjuang membela agama Allah ini. Ketika seruan Allah itu betul-betul dijalankannya. Menyebarkan ajaran agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus (QS Al-An’am : 161). Tidak ada keraguan dalam hatinya untuk berjuang yang sebenarnya-benarnya berjuang. Tidak ada celah baginya untuk tidak mengiyakan segala perintah Allah padanya.   

            Sudah sepantasnyalah ia menjadi idola. Jika bahasa anak gaul sekarang, sudah selayaknya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasalam memiliki ribuan, jutaan bahkan miliaran followers dari seluruh manusia di berbagai belahan dunia. Ditulis oleh : Suryandi Ramadhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *