FSLDK Lampung bersama MUI Lampung Siap Menjadi Garda Terdepan Tangkal Radikalisme dan Terorisme

Kamis, (06/09/2018) pukul 14.00 FSLDK Lampung yang dikoordinatori oleh Biro Khusus Jaringan dan Kemitraan melakukan kunjungan ke MUI Lampung dalam rangka langkah kolaboratif FSLDK Lampung beserta MUI untuk menangkal radikalisme dan terorisme di tataran kampus. Adapun dalam kunjungan tersebut membahas diskusi berupa peran LDK dan kolaborasinya dengan MUI untuk meningkatkan peran mahasiswa muslim dalam merawat NKRI. “MUI Lampung sepakat untuk bisa bersama-sama FSLDK menangkal gerakan radikalisme dikampus,  MUI pun mendukung setiap kegiatan yg dilaksanakan FSLDK dalam rangka menjaga persatuan umat.” Ujar Khairuddin Tahmid, selaku Ketua MUI Lampung

Wahyu Kurniawan selaku Ketua Puskomda FSLDK Lampung mengatakan bahwa, “FSLDK Lampung sebagai forum LDK se-Provinsi Lampung siap menjadi garda terdepan dalam menangkal setiap gerakan radikalisme dikampus. FSLDK bersama seluruh LDK di Lampung berkomitmen penuh untuk menumbuhkan semangat berbangsa dan bertanah air Indonesia dalam rangka menjaga persatuan dan merawat NKRI.”

Salah satu butir kerjasama antara FSLDK Lampung dan MUI Lampung adalah bahwa salah satu perwakilan dari MUI Lampung akan menjadi pemateri dalam Sekolah Kebangsaan dalam rangkaian agenda Muslim Student Summit oleh FSLDK Lampung dalam waktu dekat.

Fsldk-lampung-bersama-mui

PRESS RELEASE AKSI KEMANUSIAAN SUARA UNTUK SURIAH FSLDK INDONESIA

WhatsApp Image 2017-04-06 at 06.28.53
Kabar duka dari Suriah kembali menjadi nada sumbang omong kosong penegakan perdamaian dunia. Pada Selasa (3/4) kemarin, puluhan masyarakat sipil kembali menjadi korban serangan brutal pesawat yang diduga milik tentara suriah , melalui serangan udara menggunakan senjata kimia gas beracun di kota Idlib, Suriah. Penyerangan yang terjadi dini hari tersebut, telah menyebabkan 58 orang syahid, termasuk wanita dan 11 diantaranya anak-anak. Serangan gas beracun tersebut mengakibatkan puluhan korban menggeliat di tanah, tidak bisa bergerak dengan mata terbelalak, sesak napas akibat tersedak gas beracun yang mereka hirup.
Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia pada Kamis (6/4), melakukan aksi kemanusiaan “Suara untuk Suriah” sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Indonesia terhadap tragedi penyerangan masyarakat sipil yang terjadi di Suriah. Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan serentak di 22 daerah di Indonesia, antara lain Lampung, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Solo, Banten, Jambi, Aceh, Depok, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Bandung, Nusa Tenggara, Sumatera Selatan, Ternate, Malang, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Priyangan Timur, Kalimantan Barat, Surabaya, Bali, Sumatera Barat dan Bangka Belitung, dan masih akan disusul di beberapa daerah lainnya dalam beberapa hari kedepan.
Aksi kemanusiaan yang bertajuk “Suara untuk Suriah” ini berhasil melibatkan lebih dari 500 massa aksi dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa umum di masing-masing daerah. Serangkaian aksi berjalan lancar, diawali dengan orasi kemanusiaan oleh perwakilan Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Puskomda dan Puskomnas, dilanjutkan dengan Freeze Mob oleh seluruh massa aksi, yang diikuti dengan pembacaan puisi kemanusiaan “Untukmu Suriah” , galang dana dan ditutup dengan doa bersama.
Hari ini kita berdiri menjawab panggilan sebagai bentuk pengabdian pada Allah.Tak peduli sengatan matahari dan guyuran hujan kita tegaskan bahwa anak kandung Indonesia berdiri bersama mujahidin Suriah menentang penjajahan asing dan rezim bashar alassad” Tegas Hanafi Ridwan Dwiatmojo, ketua Pusat Komunikasi Nasional FSLDK Indonesia.
#FSLDKIndonesia
#SuaraUntukSuriah
#SaveSuriah
========================
? Media FSLDK Indonesia ?
? Web: www.fsldkindonesia.org
? Fanspage: FSLDK Indonesia
? Instagram: @fsldkindonesia
? Twitter: @fsldkindonesia
? Line@: @yok1532s
? Youtube: FSLDK Indonesia
? Google+: FSLDK Indonesia
? Email: info@fsldkindonesia.org

FSLDK Indonesia Mengecam Kriminalisasi Ulama dan Tindakan Inkonstitusional Aparat Negara

fsldk-logo

Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia) menyatakan kekecewaannya terhadap Polda Metro Jaya yang pada Kamis kemarin (30/3/17) melakukan penangkapan terhadap Sekjend Forum Umat Islam (FUI) K.H Al-Khaththath, dan lima ulama lainnya dengan tuduhan makar. Penangkapan ini dilakukan pada malam hari, sebelum dilaksanakannya aksi 313.

K.H Al-Khaththath merupakan pimpinan aksi 313, yang dalam tuntuntannya hendak mendesak kembali pemerintah menuntaskan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang semakin kabur. Dugaan makar yang menjadi alasan kuat ditangkapnya ulama umat Islam, K.H Al-Khaththath, telah menunjukkan bahwa pemerintah semakin gentar dengan desakan umat Islam melalui aksi-aksi besar yang berkelanjutan menyerukan ketegasan sikap pemerintah terhadap penista agama.

Tertanggal 16 November 2016 Bareskrim Mabes Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka dan pada sidang perdana yang digelar di Gedung Bekasi Pengadilan Jakarta Pusat menetapkan Ahok sebagai terdakwa dalam gelar perkara terbuka terbatas kasus penistaan agama. Namun hingga saat ini proses hukum berjalan lambat dan terkesan bertele-tele. Hal ini merupakan wujud penanganan hukum yang serampangan dan tidak segera, bahkan mengindikasikan aparat berlama-lama dan tidak tegas dalam menyelesaikan perkara tersebut, mengaburkan perkara dan melemahkan kekuatan hukum. Karena tak selayaknya seorang penista agama yang telah menodai kebhinnekaan dan keutuhan bangsa bebas melenggang dan bahkan bebas hukum.

Undang-undang No. 9 Tahun 1998 menyatakan tiap indvidu di Indonesia dapat mengemukakan aspirasinya sebagai perwujudan kebebabasan berpendapat. Hal tersebut adalah bukti shohih bahwa rakyat mengemukakan pendapat dijamin kebebasan dan keberadaannya secara konstitusi. Namun sikap represif aparat dan sikap inkonstitusional pemerintah yang dengan mudahnya menyematkan tuduhan makar pada rakyat, terlebih pada alim ulama dan para asatidz yang menjadi pewaris para nabi dan kepercayaan umat Islam, telah menodai demokrasi Indonesia dan mengganggu keutuhan berbangsa dan bernegara.

Maka kami, FSLDK Indonesia dengan ini menyatakan sikap:

1. Pemerintah dan para aparat penegak hukum harus menyelesaikan perkara ini dengan segera dan tidak bertele-tele

2. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus menegakkan hukum dengan seadil-adilnya

3. Mengecam keras tindakan Polda Metro Jaya atas tindakan penangkapan dan sikap represif aparat yang semena-mena

4. Mengecam keras tindakan pemerintah dan aparat negara yang dengan mudahnya menyematkan tuduhan makar pada rakyat yang menyampaikan aspirasinya secara benar sesuai hukum

5. Menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam agar berdoa dengan sebaik-baik doa untuk kebaikan Negara dan Bangsa Indonesia

Apabila pemerintah dan aparat penegak hukum tidak mengindahkan konstitusi dan peraturan yang berlaku, maka sesungguhnya telah terjadi penodaan terhadap supremasi hukum dan tindakan yang inkonstitusional dan sewenang-wenang.

Semoga Allah menjaga negeri ini dari tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.

Allahu Akbar!
Surakarta, 1 April 2017
Ketua Puskomnas FSDLK Indonesia
Hanafi Ridwan Dwiatmojo

GSJN 18 : FSLDK Indonesia Selenggarakan Khataman Quran Serentak Perguruan Tinggi Se-Indonesia

5093b800-9fc5-44c1-b983-d9dc902c7b08
GSJN #18

SOLO – Gerakan Subuh Jamaáh Nasional (GSJN) telah menginjak kali ke 18. Agenda yang rutin diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia tersebut, selalu mengangkat permasalahan-permasalahan teraktual di Indonesia. Sebagaimana GSJN #18 yang dilaksanakan pada Jumat (10/03/2017), FSLDK Indonesia mengangkat tema “Membangun Generasi Pewaris Negeri Menuju Indonesia Jaya” dengan tajuk spesial Kampus Nusantara Mengaji.

Agenda berbeda dilangsungkan pada GSJN #18 kali ini, yaitu khataman qurán yang diselenggarakan secara serentak bersama 40 Perguruan Tinggi yang tergabung dalam FSLDK Indonesia. Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia, Hanafi Ridwan menyampaikan, “salah satu penyebab utama permasalahan muslim saat ini adalah kian menjauhnya umat dari nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang semestinya menjadi pedoman hidup. Maka dari itu, melalui agenda GSJN ini, kami mencoba untuk mengajak pemuda-pemudi Indonesia kembali dekat dengan al-qurán sebagai salah satu bekal menuju bangkitnya islam kembali.”

GSJN #18 yang diselenggarakan serentak di 40 Perguruan Tinggi se Indonesia ini, juga terhubung melalui Video Conference Sambutan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (MENRISTEKDIKTI) yang berpusat di Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Selain itu, agenda ini didukung dengan hadirnya beberapa tokoh nasional yang turut memberikan sambutan diantaranya, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA, Prof. H.M. Mahfud M.D., S.H., S.U. dan Dr. (H.C) H. Ary Ginanjar Agustian. Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) secara langsung memimpin khatmil qurán yang dilanjutkan doa oleh Ketua MUI Solo Prof. Zainal Arifin Adnan.

Antusiasme yang sangat baik ditunjukkan dari membludaknya peserta GSJN #18 hingga mencapai 1500 jamaáh menyesaki Masjid Nurul Huda UNS. Hal yang serupa tampak juga dari antusiasme jamaáh yang juga melaksanakan GSJN di 40 masjid kampus se-Indonesia. “Masa-masa keemasan yang dulunya menghiasi lembaran sejarah umat manusia, sekarang hanya menjadi nostalgia manis pengisi kenangan umat muslim. Kemudian, kita tidak bisa tinggal diam menyaksikan Islam berada di titik nadir. Pelaksanaan GSJN ini, menjadi wujud komitmen kami dan seluruh mahasiswa Indonesia untuk memuliakan al-qurán dan menjaga waktu subuh untuk menyongsong kebangkitan islam,” terang Hanafi Ridwan Dwiatmojo, Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.

Rapimnas FSLDK Indonesia Deklarasikan Gerakan Nasional Peduli Negeri

16788773_521140031416371_2365961822529388544_n
FSLDK Indonesia Mendeklarasikan Generasi Peduli Negeri

Solo – FSLDK Indonesia sukses menyelenggarakan Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) III pada tanggal 24-26 Februari 2017 bertempat di Surakarta. Agenda ini dihadiri oleh 120 peserta yang merupakan pimpinan dari 37 Pusat Komunikasi Daerah sebagai perwakilan dari Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia.

Rapat Pimpinan Nasional membahas arahan kerja serta evaluasi dari program-program FSLDK Indonesia dalam upayanya untuk membangun Indonesia. Tak hanya itu, pada kesempatan ini FSLDK Indonesia juga mendeklarasikan “Gerakan Nasional Peduli Negeri” yang akan fokus pada pencegahan narkoba dan miras serta membangun jiwa nasionalisme pada mahasiswa. Gerakan ini bekerja sama dengan DPR RI Komisi 1, Ganas Annar (Gerakan Nasional Anti Narkoba) MUI, Genam (Gerakan Anti Miras), dan DPD RI.

Salah satu poin penting dari simpul pergerakan ini adalah adanya advokasi kurikulum anti narkoba, anti miras, dan wawasan kebangsaan pada saat orientasi mahasiwa baru.

Narkoba dan miras adalah induk dari degradasi moral generasi muda Indonesia. “Miras adalah salah satu gerbang menuju kepada penggunaan narkoba. Sebagai generasi muda kita harus lawan miras dengan peran kita masing masing” tutur Fahira Idris selaku ketua Gerakan Nasional Anti Miras. Sedangkan Titik Haryati wakil pimpinan pusat Gerakan Nasional Anti Narkoba MUI menegaskan bahwa aktivis dakwah harus siap untuk melawah narkoba, bahkan Ganas Annar siap memfasilitasi pelatihan untuk menjadi satgas anti narkoba.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi 1 DPR RI memaparkan tentang pentingnya peran pemuda untuk menjaga kedaulatan NKRI. “Apa yg anda kerjakan hari ini mungkin biasa-biasa saja.Tapi 20 tahun yang akan datang peristiwa ini akan menjadi sejarah dan kalian akan memimpin negeri ini. Karena kalian adalah pemilik sah negeri ini, “paparnya.

“Kita adalah anak kandung Indonesia, yang berhak mewarisi negeri ini adalah kita, bukan bangsa lain. Maka membangun dan menjaga Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama”, tegas Hanafi Ridwan Dwiatmojo dalam akhir deklarasi.

Deklarasi ini ditandatangani oleh perwakilan dari masing-masing stakeholder dari berbagai elemen yaitu, Fahira Idris, S.E., M.H (Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras), Dr. Hj. Titik Haryati, M.Pd (Wakil Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkoba), Dr. Abdul Kharis Almasyhari, S.E., M.Si., Akt., C.A (Ketua Komisi 1 DPR RI), serta perwakilan dr FSLDK Indonesia yang diwakili Hanafi Ridwan Dwiatmojo selaku Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.