RO MODE ON: Muhasabah

“Hisablah dirimu sebelum dihisab! Timbanglah diri kalian sebelum ditimbang! Sesungguhnya berinstropeksi bagi kalian pada hari ini lebih ringan daripada hisab dikemudian hari. Begitu juga dengan hari ‘aradl (penampakan amal) yang agung.”

Hasan Al-Bashri berkata, “Seorang mukmin itu pemimpin bagi dirinya sendiri. Ia menginstropeksi dirinya karena Allah. Sesungguhnya hisab pada hari kiamat nanti akan menjadi ringan, bagi mereka yang telah melakukan muhasabah di dunia. Sebaliknya, hisab akan terasa berat bagi mereka yang tak pernah ber-muhasabah diri.”

Selamat memaksimalkan amalan-amalan kebaikan. Mengoptimalkan apa yang kita lakukan di Ramadan menuju Syawal dan seterusnya.

Di penghujung Ramadan kali ini (menuju awal Syawal) mari kita manfaatkan untuk muhasabah diri sebagai tazkiyatun nafs kita serta dalam perbaikan gerak dakwah dalam semangat Milad 33th FSLDK Indonesia ini. Semoga terus istiqomah dalam kontribusi agama, bangsa, dan negara.

Ditulis di Ponorogo, 2019.
Yusuf Y. Mahardian
(Ketua Puskomda FSLDK Madiun Raya)

RO MODE ON : Selamat Hari Lahir Pancasila

Saat itu, 1 Juni 1945 untuk pertama kalinya diperkenalkan dalam sidang BPUPKI gagasan mengenai Pancasila oleh Bung Karno. Menandai berdirinya fondasi rumah besar bernama Republik Indonesia.

Lima butir mutiara yang Indah dalam Pancasila sejatinya lahir dari sebuah sikap kebijaksanaan yang amat agung dari para pendiri bangsa. Sebuah dasar negara yang menjadi penguat bagi keutuhan berbangsa dan bernegara.

Sudah saatnya, bukan hanya menghafal dan mengucapkan setiap butir sila dalam Pancasila sebagai sebuah rutinitas peringatan belaka, namun lebih dari itu. Setiap sila dihayati mendalam dengan hati yang bersih, dan diamalkan dalam setiap perbuatan.

Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2019. Selamat mengokohkan dan merawat persatuan Indonesia.

“Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah”, (Ir. Soekarno)

RO MODE ON: Optimalisasi 10 Malam Terakhir Ramadan

Tidak lama lagi Ramadan tahun ini akan pergi. Itu artinya peluang untuk mendapatkan banyak pahala akan berakhir pula. Alangkah meruginya kita jika telah diberikan kesempatan namun tidak dimaksimalkan bahkan diabaikan.

Tidak ada jaminan, apakah Ramadan tahun depan kita masih diberikan kesempatan lagi atau tidak. Oleh sebab itu, mari optimalkan tiga amalan yang biasa Nabi SAW dan para sahabat lakukan di 10 malam terakhir, yaitu:

  1. Tilawah
  2. Sedekah
  3. Shalat
    Ketiga amalan di atas, sungguh sangat mudah dibayangkan namun berat dilaksanakan tergantung tingkat kualitas iman seseorang.

Sebagai motivasi,

  • Imam Syafi’i, menghatamkan Al-Quran 60 kali selama Ramadan. (Woww.. sadis gaess..!)
  • Orang yang bersedekah, ibarat menanam sebuah pohon, dari pohon itu tumbuh 7 tangkai, dan setiap tangkai tumbuh 100 buah. (Super bingit nhi Gaess)
  • Rasulullah Saw., menjelang 10 Malam terakhir Ramadan beliau mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya. (Ini artinya penting Gaess)

Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi setiap aktivitas kita yaa gaess..

Ene Madi Jaya
(Ketua Puskomda FSLDK Maluku Utara)