Tragedi Penembakan Terhadap Pekerja di Tanah Papua

Duka mendalam dan ancaman terhadap NKRI dalam bentuk teror bersenjata terjadi di tanah Papua. Pada Sabtu 1 Desember 2018, telah terjadi penembakan yang menyebabkan sebanyak 19 pekerja proyek jembatan Habena-Mugi dari PT Istaka Karya (Persero) oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang bernama Gerakan Separatis Papua Bersenjata (GSPB) di Kabupaten Nduga, Papua.

Berdasarkan hal tersebut, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia sebagai bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi nilai Pancasila dan keutuhan NKRI merasa penting untuk menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mengutuk tragedi penembakan bersenjata yang telah dilakukan oleh Gerakan Separatis Papua Bersenjata (GSPB) sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Tindakan tersebut merupakan aksi terorisme, sebagaimana pernyataan yang telah dikemukakan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Bapak Moeldoko. Aksi terorisme tersebut sangatlah radikal, bertentangan dengan Pancasila dan semangat menjaga keutuhan NKRI.
  2. Mendukung penuh serta mendesak TNI dan Polri agar segera memastikan keamanan bagi masyarakat di tanah Papua, memastikan para pelaku penembakan ditindak sesuai hukum yang berlaku, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah. Pemerintah harus lebih memperhatikan terjaminnya pemerataan keadilan dalam aspek kesejahteraan, penegakan hukum, dan hak berpolitik bagi saudara kita di tanah Papua.
  3. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk peduli terhadap tragedi penembakan ini, minimal mendoakan saudara kita yang menjadi korban penembakan, serta dapat mengambil hikmah kedepan untuk terus berupaya bijak dalam menyikapi perbedaan dalam masyarakat demi keutuhan NKRI.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. Semoga Allah menjaga keutuhan NKRI, senantiasa membimbing pemimpin bangsa agar menjadi pemimpin yang adil. Aamiin

Wassalaamu’alaikum, wr. wb.

Jakarta, 5 Desember 2018
Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia
Fahrudin Alwi, S. Hum

Download dokumen SIKAP FSLDK INDONESIA – TRAGEDI PENEMBAKAN TERHADAP PEKERJA DI PAPUA

Pembakaran Bendera Bertuliskan Kalimat Tauhid di Garut

Assalaamu’alaikum, wr. wb.

Baru saja terjadi kegaduhan di tengah masyarakat Indonesia yang bersumber dari adanya peristiwa pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid oleh oknum Banser di Garut, Jawa Barat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan sikap menyayangkan kejadian tersebut.

Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, tentu kejadian tersebut tidak bisa kita diamkan serta tidak boleh lewat begitu saja tanpa ada pelajaran yang bisa kita ambil untuk perbaikan kedepan. Oleh sebab itu, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia sebagai bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keadilan, persatuan dan perdamaian merasa penting untuk menyatakan sikap sebagai berikut:

1. FSLDK Indonesia menyatakan sikap bahwa segala bentuk kegiatan yang mengandung unsur mempermainkan/menodai nilai sebuah agama, apapun agamanya, adalah tindakan tercela yang tidak berakhlak, dapat memunculkan kegaduhan di tengah masyarakat serta dapat menyakiti hati pemeluk suatu agama tertentu. Selain itu, hal tersebut bertentangan dengan pasal 156a KUHP yang salah satu isinya membahas tentang pidana bagi siapapun yang melakukan tindakan penodaan terhadap suatu agama.

2. Terhadap kegaduhan pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid di Garut, FSLDK Indonesia penting untuk menyatakan sikap sekaligus meluruskan pandangan yang keliru di sebagian masyarakat kita, bahwa bendera bertuliskan kalimat Tauhid sesungguhnya adalah bendera milik semua umat Islam yang memiliki makna sangat agung, bukan bendera milik satu organisasi/kelompok tertentu. Maka menjaga keagungannya, tidak sembarangan memperlakukannya adalah sebuah keharusan dan bagian terpenting dari akhlak sebagai seorang yang beragama dan berbangsa. Oleh karena itu, kami menegaskan bahwa tindakan pembakaran yang terhadap bendera bertuliskan kalimat Tauhid di Garut oleh oknum Banser adalah bentuk penodaan terhadap nilai Islam, apalagi telah sampai menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat.

3. FSLDK Indonesia mengajak masyarakat untuk mempercayakan penyelesaian kasus ini kepada proses hukum. Kita desak pihak Kepolisian agar mengusut kasus dugaan penodaan agama ini secara cepat, adil dan transparan. Hal tersebut penting agar dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat, sehingga tidak sembarangan bertindak kedepannya.

4. FSLDK Indonesia mengajak semua elemen masyarakat, khususnya para pemuda Muslim untuk menjadi pelopor pemersatu dan perdamaian umat. Mari kita mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Kita tetap nyatakan ketegasan kita berpihak dan membela nilai kebenaran, namun tetap mengedepankan ukhuwah Islamiyah dan upaya mempersatukan kembali umat.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. Semoga Allah mengampuni kelalaian kita, menguatkan persaudaraan kita, dan selalu membimbing negeri kita agar menjadi negeri yang diberkahi. Aamiin

Wassalaamu’alaikum, wr. wb.

Download : SIKAP FSLDK INDONESIA – PEMBAKARAN BENDERA TAUHID DI GARUT

Jakarta, 24 Oktober 2018
Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia
Fahrudin Alwi, S. Hum

#SOLIDARITASPALESTINA

Palestina kembali memanggil! Hak-hak sipil warga Palestina terenggut mulai dari nyawa hingga pengusiran. Kini, mereka sedang berjuang dalam aksi “Great Return March” yang puncaknya akan terjadi pada 15 Mei 2018 bertepatan dengan peringatan Hari Nakba. Juga penolakan pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem pada 14 Mei 2018. Ada dimana posisi kita, masihkah dalam kebenaran? Masihkah hati memiliki nurani yang hidup?

FSLDK Indonesia dengan 37 Puskomda dan 775 LDK yang tersebar di Indonesia, sebagai bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi nilai ukhuwah (persaudaraan), persatuan, dan keadilan merasa perlu untuk menyampaikan sikap sebagai berikut:
*release kami sampaikan dalam tiga bahasa,
• Indonesia:
bit.ly/IND-SIKAPFSLDK-PALESTINA
• Arabic:
bit.ly/AR-SIKAPFSLDK-PALESTINA
• English:
bit.ly/ENG-SIKAPFSLDK-PALESTINA

Kami mengajak juga untuk bergabung di AKSI #SOLIDARITASPALESTINA pada:
Jumat, 11 Mei 2018 di 37 titik di Indonesia. Terkhusus warga Jakarta dan sekitarnya, aksi akan bergabung bersama para Ulama dan Aktivis Baitul Maqdis.

Mari langitkan doa terbaik kita untuk saudara di palestina! .
Jakarta, 3 Mei 2018
Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia,
Ketua LDKN Salam UI 2017,
@fahrudin.alwi

#SAVEGHOUTA

Terhitung sejak 20 Februari 2018, Militer Suriah melakukan penyerangan terhadap Kota Ghouta, sebuah wilayah di timur Damaskus yang dihuni oleh sekitar 440.000 jiwa. Penyerangan tersebut telah menewaskan lebih dari 417 jiwa dan ratusan lainnya luka-luka dalam kurun waktu enam hari.

FSLDK Indonesia dengan 37 Puskomda dan 775 LDK yang tersebar di Indonesia, sebagai bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi nilai ukhuwah (persaudaraan), persatuan, dan keadilan merasa perlu untuk menyampaikan sikap sebagai berikut:
*release kami sampaikan dalam tiga bahasa,
• Indonesia:
bit.ly/IND-FSLDK-SAVE-GHOUTA
• Arabic:
bit.ly/AR-FSLDK-SAVE-GHOUTA
• English:
bit.ly/ENG-FSLDK-SAVE-GHOUTA

Hasil kajian Komisi Syiar dan Keumatan FSLDK Indonesia: bit.ly/8TahunKonflikSuriah

FSLDK Indonesia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi meringankan beban saudara kita di Ghouta dengan mengirimkan bantuan terbaik kita ke:
Rekening Bank Permata
8931 0000 0040 3192
a.n. FSLDK Nasional

Mengajak juga untuk bergabung di AKSI DAMAI #SAVEGHOUTA akan dilakukan:
Jumat, 2 Maret 2018
13.30-16.00 WIB
Kedutaan Besar Suriah

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. Mari langitkan doa terbaik kita untuk saudara di Ghouta!

Jakarta, 26 Februari 2018
Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia,
Ketua LDKN Salam UI 2017,
Fahrudin Alwi

Teror Bom Bunuh Diri di Surabaya

“Sesungguhnya membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya”. (Q.S Al Maidah: 32).

Keamanan, kerukunan dan persatuan antar warna negara, khususnya umat beragama di Indonesia kembali diuji. Minggu pagi, 13 Mei 2018 terjadi aksi pengeboman di tiga Gereja di Surabaya Jawa Timur, yaitu Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegeoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno. Sampai pukul 11.15 WIB, tercatat korban tewas akibat teror tersebut sebanyak 9 orang, dan 40 lainnya luka-luka.

FSLDK Indonesia mengutuk tragedi pengeboman di Surabaya, tidak membenarkan segala bentuk kekerasan dan aksi terorisme!

Berikut pernyataan sikap kami:
bit.ly/SIKAPFSLDK_TERORBOMSURABAYA

Turut berduka cita bagi para korban. Mari kita buktikan, bahwa peristiwa menyedihkan yang terjadi di Surabaya tidak akan pernah mampu menggoyahkan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Jakarta, 13 Mei 2018
Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia,
Ketua LDKN Salam UI 2017,
Fahrudin Alwi

#IndonesiaMelawanTeroris
#IslamCintaDamai
#FSLDKIndonesia
#RumahUkhuwah
#KolabolatorKebaikan