FSLDK Bali Bergabung Bersama Aliansi Pemuda Bali Peduli Galang Dana Bantu Korban Tsunami Selat Sunda

ERAMADANI.COM, DENPASAR – Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Bali Peduli (APBP) melakukan aksi turun ke jalan, Minggu (06/1/2019) sore. Mereka melakukan aksi kemanusiaan penggalangan dana untuk korban Tsunami Selat Sunda.

Aksi yang dilakukan oleh Aliansi Pemuda Bali Peduli (APBP) berasal dari berbagai elemen, di antaranya Puskomda Bali, KAMMI Bali, IM3, KMI Undiknas, FPMI, Safari Masjid Bali, Pemuda Muhammadiyah Denpasar Selatan, IMUKI, KBUI PNB bersama DSM Bali.

Dalam aksinya, Ketua Koordinator APBP, Hadi Prasetya mengungkapkan, APBP berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah bencana Tsunami Selat Sunda yang telah mengakibatkan ratusan korban meninggal dunia dan banyak rumah warga yang hancur.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat Bali untuk peduli terhadap korban Tsunami Selat Sunda dengan menyalurkan dana untuk meringankan beban saudara kita disana,” ungkapnya di sela-sela aksi.

Melalui aksi itu, Hadi Prasetya mengajak seluruh masyarakat Bali untuk peduli terhadap korban Tsunami Selat Sunda. Melalui bantuan dana yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban korban bencana.

Aksi turun ke jalan dilakukan di perempatan Sudirman, Denpasar Barat. Penggalangan dana yang dilakukan gabungan pemuda dan mahasiswa itu dimulai sejak pukul 16.00 sampai 17.30 WITA.

Dana kemanusiaan yang berhasil dikumpulkan APBP dalam waktu yang singkat itu akan disalurkan kepada korban bencana Tsunami Selat Sunda melalui Dompet Sosial Madani (DSM) Bali.

“Aksi penggalangan dana dilaksanakan dengan tertib tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali yang telah menyumbangkan dana kepada korban Tsunami Selat Sunda,” tutup Hadi.

Energi Anak Negeri Di Tengah Badai

Di penghujung tahun 2018 Ibu Pertiwi kembali berduka. Tepatnya pada Sabtu, 22 Desember 2018 giliran kawasan pesisir pantai Banten dan Lampung Selatan yang diterjang gelombang tsunami. Tsunami Selat Sunda ini disebut berbeda dari tsunami yang pernah terjadi karena tak didahului gempa bumi. Dampak bencana tsunami Selat Sunda melanda beberapa daerah seperti pantai barat Provinsi Banten, yaitu Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang dan di pantai selatan Provinsi Lampung meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran. BMKG menyebut tsunami ini diduga disebabkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Erupsi mengakibatkan gelombang arus pasang naik, menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG tsunami Selat Sunda juga dipicu oleh gelombang pasang karena bulan purnama.

Jika kita menoleh ke belakang lebih jauh lagi, tentu akan ada begitu banyak bencana alam yang menimpa negeri ini, mulai dari longsor, banjir, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan seterusnya seolah berlomba-lomba menunjukkan eksistensinya masing-masing. Berbagai bencana tersebut datang bergantian satu demi satu seolah tak lelah meluluhlantakkan negeri ini. Begitu banyak kerugian yang diakibatkan oleh bencana-bencana tersebut. Ribuan manusia meninggal dunia, ribuan gedung dan bangunan rusak parah, jalan-jalan menjadi terputus meluluhlantakkan sendi ekonomi masyarakat yang terkena musibah, bertumpah ruah air mata menyaksikannya. Jika dihitung-hitung ada triliunan lebih, rupiah habis dan ludes disebabkan oleh kehadiran bencana alam di negeri ini. Apalah hendak dikata takdir negeri ini memang begini, alam penuh kekayaan tetapi terdapat juga bencana alam yang siap menerjang kapan saja tanpa rasa keraguan.

Dibalik bencana alamnya yang hadir silih berganti tanpa diminta tanpa lelah, ada sisi menakjubkan dari anak negeri ini, yakni energi yang tak pernah habis dan selalu bertumbuh dalam setiap bencana alam yang terjadi. Energi tersebut menjadi-jadi terlebih dibumbui oleh rasa kebersamaan dan rasa sepenanggungan dalam menerima musibah tanpa dibatasi sekat-sekat suku, agama, ras, dan etnik tertentu. Sekat-sekat tersebut dianggap tipis atau bahkan tidak ada sama sekali, yang ada adalah sikap kemanusiaan yang tinggi disertai jiwa kerelawanan untuk berbuat kebaikan dan menolong sesama manusia. Semacam ada perlombaan antara silih bergantinya bencana dan kepedulian anak negeri terus menerus mengalir ke sesama. Ketika bencana terjadi, di sisi yang lain anak-anak negeri tanpa lelah menolong saudaranya. Hal ini menandakan adanya energi yang besar dalam jiwa kerelawanan disertai motivasi yang kuat untuk kemanusiaan. Di saat badai melanda negeri, energi anak-anak bangsa terus mengangkasa. Sungguh menakjubkan anak-anak negeri ini. Di kala badai melanda, bencana silih berganti, energi kemanusiaan dan kerelawanan mereka tak putus.

Sebagai seorang aktivis yang aktif di organisasi kampus, saya merasakan betul tatkala bencana datang melanda, teman-teman aktivis dari berbagai genre organisasi, baik organisasi pergerakan, kerohanian, kedaerahan maupun yang lainnya mereka selalu tanggap dan tangkas menyikapi keadaan. Anak-anak ini memiliki motivasi yang kuat untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan bencana. Saat mendapatkan informasi bahwa telah terjadi bencana di suatu tempat, mereka sesegera mungkin langsung melakukan konsolidasi menyiapkan racikan strategi untuk menyikapi bencana tersebut. Umumnya beberapa organisasi tersebut melebur secara bersama-sama melakukan penggalangan dana yang kemudian hasil penggalangan dana tersebut dikirimkan melalui lembaga-lembaga tertentu untuk diserahkan kepada para korban bencana yang membutuhkan. Terkadang juga mereka menunjuk perwakilannya masing-masing untuk meninjau dan secara langsung memberikan bantuan tersebut. Mereka rela beberapa hari berdiri di pinggir jalan, ke ruang-ruang kelas untuk mengajak partisipasi semua orang membantu korban bencana. Berpeluh keringat, disertai panas dingin cuaca dihadapi atas dasar kepedulian kepada sesama manusia. Tentu banyak keterbatasan mereka, akan tetapi dibalik keterbatasan itu semua nampaklah semangat kepedulian mereka. Energi anak-anak negeri seolah tak pernah habis, tak peduli siapa yang mereka bantu, yang ada di pikirannya hanyalah yang terkena musibah adalah saudara saya dan saya merasakan itu. Perlu digarisbawahi juga mereka melakukan itu semuanya tanpa motif apapun tidak mengharapkan imbalan ataupun mencari keuntungan, melainkan hanyalah sebuah energi kemanusiaan dan berasaskan rasa sepenanggungan. Inilah sebagian potret anak-anak energi ini dalam menghadapi badai bencana yang melanda negerinya, energi mereka tak pernah habis, selalu ada dan selalu enerjik.

Potret anak negeri dalam menghadapi badai merupakan karakter bangsa Indonesia itu sendiri yang terkenal dengan semangat gotong royong. Hal ini dapat kita anggap sebagai nilai nasionalisme bangsa yakni sikap ataupun paham untuk cinta tanah air dan cinta kepada bangsa Indonesia. Kekuatan cinta itulah yang mampu melahirkan keikhlasan, kemauan, dan juga pengorbanan. Ikhlas dalam beramal tanpa mengharapkan apapun membuat tapak langkah selalu maju ke depan selalu memberi tanpa pamrih. Kemauan dalam menyebarluaskan nilai-nilai kebaikan akan memberikan nafas panjang perjuangan sehingga energi kepedulian takkan surut apalagi habis. Dan juga pengorbanan dalam berbuat baik juga berefek kebaikan untuk semuanya. Sehingga ketiga hal ini memungkinkan untuk tumbuh kembangnya energi kepedulian sesama anak bangsa tanpa dibatasi sekat-sekat suku, agama, ras, dan etnik tertentu. Sekat-sekat ini hanyalah kecil semata atau bahkan tidak ada, yang terpatri hanyalah kepedulian dan kemanusiaan.

Kini telah memasuki masa waktu yang baru,  tahun 2019. Badai bencana selalu menguntit untuk hadir dan menunjukkan eksistensinya. Kewaspadaan senantiasa harus terjaga terlebih lagi nyala energimu harus terus berkobar.

 

 

Oleh:

Ahai Septa Maja

Staff Komisi B FSLDK Sumsel

Dari Solo Untuk Palu

Ahad (30/10), FSLDK Solo Raya mengadakan aksi galang dana “Dari Solo Untuk Palu” di Car Free Day Karanganyar. Aksi ini adalah bentuk respon dari gempa yang terjadi di Palu dan Donggala (Sulawesi Tengah).

Kegiatan yang diikuti gabungan mahasiswa se-Solo Raya ini mengajak masyarakat untuk peduli terhadap mereka yang tertimpa bencana. Kepedulian tersebut ditunjukan melalui rupiah yang diberikan oleh masyarakat dalam penggalangan dana ini.

Dalam penggalangan dana di Car Free Day ini, FSLDK Solo Raya juga bertemu dengan PATAR (Persatuan Anak Tunarungu Karanganyar). Yang kemudian ikut serta dalam membantu aksi galang dana untuk korban gempa Palu dan Donggala.

“Aksi galang dana ini adalah bentuk solidaritas kami atas terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami yang dialami oleh saudara-saudara kita di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. Dengan kegiatan ini, kami berharap masyarakat ikut berempati dan memberikan bantuan kepada korban bencana,” Jelas Irwan Saputra, Ketua Puskomda FSLDK Solo Raya

Terhitung sebesar Rp. 2.026.100 berhasil terhimpun dan akan disalurkan melalui PKPU untuk meringankan beban mereka

  

Lombok Kembali Memanggil: Seruan Qurban untuk Lombok

“Lebih dari sepekan saya menetap di Lombok, NTB. Perasaan was-was akan terjadi gempa susulan hingga menahan lapar dalam waktu panjang kami rasakan. Perasaan semakin berkecamuk ketika kami datang ke suatu dusun yang 100% dari rumah di dusun tersebut hancur dan rata dengan tanah. Hanya beberapa rumah yang berdiri, itupun dengan kerusakan struktur bangunan yang parah. Artinya sama, tidak ada rumah yang bisa dihuni sama sekali.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika terjadi gempa susulan yang besar, atau hujan yang tiba-tiba turun: akan tinggal di mana mereka? Juga kabar dari sebagian masyarakat yang masih harus menahan lapar dengan hanya makan sehari sekali, atau bahkan lebih parah dari itu. Alhamdulillah sekarang kondisi tersebut berkurang, tapi bukan berarti aman.

Ikhwah fillah, perhatikan dengan seksama, itulah paragraf pengantar yang harus membuat sense kemanusiaan kita terpanggil, dari akhukum Fahrudin Alwi, Ketua Puskomnas FSLDK indonesia dalam arahan Sedekah Qurban yang telah dibagikan pekan lalu. Sekali lagi, perhatikan, terutama pada bagian yang telah di bold tebal hitam.

Dan, Allah yang maha kuasa atas segala seauatu, telah menentukan takdir-Nya lagi.

Ahad (19/08/2018) tepatnya tiga hari menjelang Hari Raya Idul Adha, Pulau Lombok kembali diguncang gempa berkekuatan 7.0 SR. Gempa tersebut menyebabkan longsor di wilayah Lombok Timur, serta membangkitkan kembali trauma masyarakat yang belum seutuhnya pulih.

Dimana posisi kita ditengah ujian saudara kita di Lombok yang belum usai?
Apakah masih ada jiwa-jiwa yang terpanggil untuk membantu?

Banyak cara menunjukkan kepedulian memang! Tapi alangkah baiknya jika dalam barisan kebaikan ini kita memberikan kepedulian bersama-sama, berjamaah, dengan berqurban.

Mari kita penuhi arahan wajib, dengan berpartisipasi dalam sedekah daging untuk Lombok yang dikelola oleh FSLDK, berapapun nominalnya, itu akan sangat berarti!

Karena bukan hanya tentang seberapa banyak, tapi seberapa sungguh-sungguh kita ingin membantu saudara kita dan tentang kesyukuran kita ada dalam keluarga besar FSLDK Indonesia, kita buktikan dengan amal yang berjamaah juga.

LOMBOK KEMBALI MEMANGGIL! 🙏

BNI Syariah:
0235033336 a.n Putri Hardiyanti

Wajib Konfirmasi ke:
Rizki (085781307916)

Pray for Lombok

Pray for Lombok

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Barang siapa yang menolong kesusahan muslim, maka Allah ta’ala akan menolongnya dari kesusahan pada hari kiamat.” (HR. Bukhari)

Ahad (5/8), gempa berkekuatan 7.0 SR dengan kedalaman 15 KM kembali mengguncang Pulau Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan laporan yang diberikan oleh BMKG, gempa tersebut sempat berpotensi menyebabkan tsunami di Carik, Badas, Lembar dan Beno. Namun, BMKG sudah menyatakan status berpotensi tsunami berakhir melalui akun resminya pada 21.25 WITA. Meski demikian, kerusakan bangunan dan korban jiwa adalah dampak nyata yang sedang ditanggung saudara kita di Lombok dan sekitar.

Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia bekerjasama dengan PKPU Human Initiative mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah tersebut.

Bantuan dapat disalurkan melalui:

VA Bank Muamalat:
8323-33-9999-9999-99 a.n FSLDK Nasional

VA Bank Permata Syariah:
8931-0000-0040-3192 a.n FSLDK Nasional

*Wajib untuk melakukan konfirmasi setelah berdonasi ke: 0812-8984-6556 (Yanti)

Mari, kita langitkan doa terbaik untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah tersebut. Semoga kebaikan yang diberikan oleh teman-teman dibalas oleh Allah SWT dengan sebaik-baiknya pembalasan.

Allahuyubaarik fiikum!

#PrayforLombok
#FSLDKIndonesia
#RumahUkhuwah
#KolaboratorKebaikan
——————–
Web: www.fsldk.id
Fanspage: FSLDK Indonesia
Instagram: @fsldkindonesia
Twitter: @fsldkindonesia
Line@: @yok1532s
Youtube: FSLDK Indonesia
Google+: FSLDK Indonesia