RO MODE ON : Bantuan untuk Palestina

10 malam terakhir Ramadan di Palestina, tak seberuntung kita di Indonesia yang bisa menikmatinya dengan tenang dan aman. Warga Palestina di Ramadan kali ini kembali ditemani dengan bombardir pesawat tempur Israel. Di Rumah Sakit Shifa, Gaza ada 21 orang meninggal sebelum bertemu Ramadan. Bahkan ada perempuan hamil dan bayi berusia 14 bulan pun ikut jadi korban di bagian utara Gaza.

FSLDK Indonesia bekerjasama dengan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) telah melakukan serangkaian agenda Ke-Palestina-an, di antaranya Aksi Simpatik, Penggalangan Dana, dan Munasharah selama Ramadan ini.

“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,” (Ir. Soekarno)

Alhamdulillah telah terkumpul dan disalurkan bantuan kepada KNRP pusat sebesar Rp 26.511.185,- untuk meringankan derita saudara kita di Palestina. Terima kasih orang-orang baik, jazakumullah, Allah sebaik-baik pemberi balasan. Perjuangan akan terus berlangsung sampai Palestina merdeka, InsyaAllah.

Penyerahan Bantuan Dana: Musim Dingin Palestina

Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia, telah menyerahkan bantuan dana untuk program Musim Dingin Palestina kepada Komite Nasional untuk Rakyat Palestina, Selasa, 5 Maret 2019 di Kantor KNRP Pusat.

Dana yang disalurkan kepada KNRP berasal dari penggalangan dana manual di Car Free Day yang diadakan oleh Puskomnas FSLDK, dana infaq harian Puskomnas FSLDK, hasil Penggalangan Dana Rutin Puskomda dan LDK yang tergabung dalam FSLDK, dan dana Donasi Musim Dingin melalui FSLDK. Total donasi yang diserahkan adalah sebesar Rp 30.202.848,-.

Ketua bidang Keuangan KNRP, Ari Achmad Rifai menyampaikan rasa terima kasih yang besar kepada FLSDK atas partisipasinya dalam membantu Palestina dan berharap kedepannya jalinan kerja sama dengan KNRP akan semakin kuat tidak hanya melalui kegiatan donasi, melainkan juga melalui program Peningkatan Tsaqofah Kepalestinaan.

Semoga donasi tersebut bisa menjadi amal shaleh bagi anggota FSLDK dan para donatur dan juga membantu menghangatkan saudara-saudara Palestina.

#WeAreAllMaryam

Lebih dari 9 kali ditahan, sepanjang 600 hari dalam kurun waktu 3 tahun menghabiskan waktu dalam sel-sel sempit. Itulah realita pahit yang dialami Maryam masa kini, perempuan penjaga Al-Quds, Khadejah Khuwaes.

Terinspirasi oleh perjuangan para Perempuan Al-Quds, hadirlah kampanye tagar #WeAreAllMaryam yang mengajak masyarakat dunia untuk berdiri bersama mereka, mengakhiri ketidakadilan.

Inisiator gerakan, UKEAD Turki (Lembaga Kebudayaan Al-Quds) telah menggalang dukungan dari 30 Negara untuk mengikuti gerakan ini, di antaranya, Malaysia, Kanada, Meksiko, Brazil, Yordania, Indonesia, dll. Melalui berbagai media, kampanye ini akan terus digalakkan terhitung sejak tanggal 28 Januari hingga 8 Maret 2019.

dr. Ali Abu Shafia sebagai Direktur Hubungan Eksternal UKEAD menjelaskan bahwa, “Maryam adalah sebuah ikon yang diambil dari realitas Palestina di Al Quds yang mengalami penderitaan luar biasa karena ia mempertahankan tanah airnya dan nilai-nilai yang ia yakini. Selain itu, terinspirasi oleh Maryam AS yang menjadi Ibu dari Nabi Isa AS. Maryam AS telah hidup di Al Quds, maka kita wajib memelihara perempuan-perempuan Al Quds agar mereka bisa hidup lebih baik dan tenang di tanah air yang mereka cintai”.

Adara Relief International (Lembaga Kemanusiaan Anak & Perempuan Palestina) yang mewakili Indonesia, bersama Indosat menggelar Deklarasi Dukungan Indonesia untuk Gerakan “We Are All Maryam” pada Kamis (21/02) di Auditorium Kantor Pusat Indosat, Jakarta.

deklarasi dukungan indonesia untuk #WeAreAllMaryam
Deklarasi Dukungan Indonesia Untuk gerakan #WeAreAllMaryam

Adara mengundang banyak elemen. Bapak Soeripto (Ketua KNRP), Ibu Ledia Hanifa (Anggota DPR RI), Bapak Imam Sholehuddin (Redaktur Jawa Pos), Adam Ali (penyanyi religi asal Lebanon), Rafa Karimah (Komisi Kemuslimahan FSLDK Indonesia), serta puluhan perwakilan ormas Islam hadir mengikrarkan bersama dukungan terhadap #WeAreAllMaryam yang dipimpin oleh Ustadzah Nurjannah Hulwani sebagai Ketua Adara Relief Internasional.

deklarasi dukungan indonesia untuk #WeAreAllMaryam
Rafa Karimah (Komisi Kemuslimahan FSLDK Indonesia) dan puluhan tokoh lainnya

“Apapun yang bisa kita berikan, materi maupun dukungan berbagai macam, berikanlah. Semoga betul-betul Indonesia yang menjadi pembebas al-Aqsa!,” begitulah Prof. Nabila Lubis, sebagai salah satu undangan, menutup sambutannya dengan doa yang indah. Aamiin.

Lantas, apa kontribusi kita untuk kiblat pertama umat Islam ini?

Mari kita sukseskan gerakan #WeAreAllMaryam #KitaSemuaMaryam #KullunaMaryam

Hangatkan Musim Dingin Palestina

Desember hingga Februari merupakan masa-masa terberat yang wajib dilalui oleh saudara kita di Palestina. Hari-hari terasa panjang dengan suhu udara di bawah nol derajat. Beberapa titik bahkan tertutup salju. Bagi yang masih memiliki rumah, penderitaan ini tidak akan terlalu terasa berat. Namun bagi saudara-saudara lain yang rumahnya telah hancur dibombardir maupun digusur oleh Zionis Israel, maka rasa dingin kian menusuk hingga tulang. Belum lagi pengungsi Palestina baik yang ada di dalam maupun luar wilayah Palestina. Mereka harus berusaha bertahan dengan tempat tinggal yang hanya beratap dan berdindingkan selembar tenda dan beralaskan tanah liat yang becek.

Uluran tangan kira akan sangat membantu untuk menghangatkan dan menyemangati mereka. Oleh karena itu, dimulai Ahad, 20 Januari 2019 FSLDK membuka donasi untuk program Musim Dingin Palestina yang bekerja sama dengan KNRP.

Rekening Donasi:

Bank Muamalat
No. Rek. 3690 0333 33
a.n. Komite Nasional untuk Rakyat Palestina

BNI Syariah
No. Rek. 2018 800 877
a.n. Komite Nasional untuk Rakyat Palestina

Konfirmasi : 08980188741 (Umar)

Donasi akan kami himpun maksimal sampai tanggal 31 Januari 2019.

Insya Allah pada Ahad, 20 Januari 2019 besok kami hadir di CFD Sudirman Jakarta untuk memberi kesempatan kepada teman-teman untuk langsung memberikan donasinya.

Mari, sampaikan salam hangat dari Indonesia untuk Palestina!

Kabar Palestina, Alarm Kita

Sejak Palestina dilanda musim dingin, perjuangan masyarakat Ghaza dalam mempertahankan hidup semakin bertambah.  Wartawan Indonesia untuk Palestina, Abdilah Onim menceritakan kondisi anak-anak Palestina yang tengah kedinginan. Untuk meminimalisir kedinginan, mereka menyalakan api unggun. Mirisnya, pernah terjadi kebakaran di saat mereka tertidur, yang tak lain disebabkan oleh api unggun yang digunakan untuk menghangatkan tubuh para penghafal Quran tersebut. Meskipun demikian, tidak ada rona takut terpancar dari wajah mereka. Air mata kesakitan yang mengaliri pipi pun tak berselang lama. Berlarut-larut dalam kesedihan, bukanlah sifat mereka.

Itulah sebabnya, mengapa kita sering melihat adanya potret-potret para mujahid di atas kursi roda yang ikut bersama rombongan demonstran. Walaupun demonstrasi yang diharapkan dapat memberikan hak justru malah menghilangkan nyawa, mereka tidak pernah takut. Kematian di ranah perjuangan adalah kematian yang membanggakan. Berharap menjadi syuhada yang dimuliakan Allah di sisiNya.

Dilansir dari portal berita Suara Palestina.com yang dibagikan oleh Abdillah Onim, di halaman facebook-nya, sebanyak 22 orang demonstran Palestina mengalami cidera akibat serangan dari pihak Yahudi, Jumat (04/01/19) kemarin. Tak hanya warga, tim medis pun termasuk ke dalam daftar korban cidera tersebut. Ribuan warga dalam aksi yang disebut Masirat Al Kubra ini ditembaki pihak Israel dengan peluru tajam dan gas air mata.

Adalah salah satu bukti kekuasaan Allah, di saat para mujahid meninggal di medan perjuangan, Allah memberikan calon-calon pengganti mujahid dari rahim ibu-ibu di Palestina. Tanah Palestina terkenal dengan kelahiran bayi kembar. Memasuki tahun 2019, bayi kembar tiga lahir di empat wilayah Palestina. Mereka lahir dari kaum Dhuafa, yang tentu saja membutuhkan bantuan beruapa selimut dan beberapa bantuan keperluan bayi lainnya.

Kembali menjadi alarm bagi kita, bahwa saudara-saudara kita saat ini masih berjuang mempertahankan tanah suci. Sudah selayaknya kita sebagai pemuda muslim juga ikut membantu perjuangan mereka, baik dengan materi maupun doa. Semoga doa yang diselipkan pada waktu dua pertiga malam langsung diluncurkan Allah kepada para saudara kita di Palestina.