RO MODE ON 1440 H

25 Mei 1986 — 25 Mei 2019
33 Tahun FSLDK Indonesia

Bertambahnya usia bersamaan dengan masuknya 10 hari terakhir Ramadan 1440 H. Hari yang menjadi momen peningkatan ibadah, optimalisasi dakwah, syukur, doa, dan rasa penuh harap juga ampunan-Nya. Semoga semangat yang sama tertambat kuat dalam diri kami, FSLDK Indonesia bersama seluruh LDK se-Indonesia.

Inilah saatnya, hidupkan MODE ON di 10 terakhir Ramadan! Saat-saat kesempatan mendapat keagungan terbuka lebar buat kita.

Siap? Bismillah! Yuk ikutan RO MODE ON 1440 H! Hidupkan 10 terakhir Ramadan dengan amal kebaikan maksimal, mulai malam ini. Kita pasang twibbon serentak melalui bit.ly/ROMODEON

Nantikan serial RO MODE ON hingga menjelang hari nan fitri!

“Rasulullah SAW ketika masuk 10 hari terakhir bulan Ramadan, mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (Muttafaq ‘alaih)

Saatnya Perempuan Menjadi Influencer Kebaikan

Kelas perdana dari School of Women Influencer (SWI) resmi dilaksanakan pada hari Sabtu (02/03) kemarin. Kelas perdana ini dilaksanakan di Aula Perpustakaan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung. SWI yang merupakan salah satu program dari Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Bandung Raya, pada pertemuan perdana ini dihadiri oleh 93 orang peserta yang siap menjalani perkuliahan selama tiga bulan dan siap menjadi influencer perempuan.

Pertemuan perdana kali ini diisi dengan Keynote Speech yang disampaikan oleh Indra Fitriyana selaku Ketua FSLDK Bandung Raya sekaligus sebagai Kepala Sekolah SWI. Dilanjut dengan  School of Women Influencer Prologue yang disampaikan oleh Amanda Rahmalia Syafitri, S.Ars selaku ketua Kemuslimahan FSLDK Bandung Raya dan juga Wakil Kepala Sekolah SWI, dan ditutup dengan penyampaian materi Marketing Syiar Dakwah oleh Yogi Gustaman,S.T selaku trainer Digital Marketing.

“SWI adalah School of Women Influencer. Sebuah platform sekolah perempuan non-formal yang mengkompilasi materi-materi tematik dan berkesinambungan terkait keislaman, kemuslimahan, serta influencing skills menjadii perkuliahan singkat yang dilakukan selama kuramg lebih tiga bulan. Asal Program Great Muslimah Trainer (GMT) yang dikemas begitu ciamik begitu cocok untuk perempuan masa kini,” tutur Indra.

“Dakwah itu bukan Cuma kerjaan orang-orang di atas mimbar. Esensi dakwah itu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran, jadi siapapun bisa mengajak dan menginfluence orang lain untuk menyuarakan kebenaran, termasuk perempuan. Sudah saatnya kita jadikan potensi media sosial sebagai lading amal meraih Jannah-Nya kelak,” ujar Ketua Kemuslimahan FSLDK Baraya, Amanda Rahmalia Syafitri.

Menjadi penebar manfaat dan berpengaruh pastinya membutuhkan ilmu, oleh karena itu SWI mengawali perkuliahan dengan memperkenalkan kontinuitas update status online sebagai langkah pertama. “Pastikan semua potensi yang kita punya sebagai aset untuk terus bermanfaat, termasuk media sosial kita. Udah dipakai apa saja medsos kita selama ini? Sering update nggak? Pastikan kita buat dan update status! Jangan Cuma jadi followers aja!,” begitulah seruan Yogi kepada peserta SWI agar aktif memposting konten yang bermanfaat di media sosial.

“Setelah ikut kelas perdana SWI ini saya merasa senang, bersyukur masih diberi kesempatan untuk terus belajar dan ketika mendapat materi ‘oooh’ moment jadi semakin tersadarkan masih harus banyak belajar dan ktika dapat ‘wow’ moment saat tau (tentang) penugasan-penugasan merasa harus lebih kuat lagi menantang diri agar lebih baik, untuk bisa berkontribusi dalam kebaikan. Dan terpenting lagi, bisa bersua dengan sahabat-sahabat LDK se-Bandung Raya,” ujar Eli salah satu peserta SWI dari UPI Bandung.

PMLDK Surya 2018: Semarakkan Dakwah untuk Bangsa!

Gresik – Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Surabaya Raya telah sukses menyelenggarakan Pelatihan Manajerial Lembaga Dakwah Kampus (PMLDK) 2018 pada akhir pekan lalu (10-11/11) di Universitas Internasional Semen Indonesia, Gresik. Menghadapi perkembangan era digital yang semakin pesat ini, PMLDK mengangkat tema “Revitalisasi Peran Lembaga Dakwah Kampus Menuju Era 4.0” dengan harapan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dapat mengambil peran secara maksimal pada era digital ini agar eksistensi LDK tetap terjaga.

Di hadapan 136 peserta dari 17 LDK se-Surabaya Raya, Rektor UISI, Prof. Dr-Ing. Herman Sasongko berpesan, “Anak LDK ke depannya harus siap mengisi posisi penting di semua lini, jangan sampai hanya berorganisasi saja.” Tentunya, suntikan motivasi tersebut dapat berdampak baik bagi seluruh peserta maupun anggota LDK lainnya. Hal ini sudah terlihat bagaimana antusiasme para peserta dalam mengikuti serangkaian agenda. Pada hari pertama, PMLDK diisi dengan materi Leadership Training oleh Wawan Ismanto, S.Si. (Manajer Rumah Kepemimpinan Regional Surabaya 2014-2018) dan Logical Framework Analysis oleh Amron Basuki, S.T. (Manajer Rumah Kepemimpinan Regional Surabaya 2014-2018). Selain itu, terdapat enam kelas yang berfokus pada tiap-tiap bidang yang dibutuhkan di LDK, antara lain Syiar dan Keummatan, Kelembagaan, Kemuslimahan, Humas dan Media, Kaderisasi, serta Keuangan dan Fundraising. Pada setiap materi yang disampaikan dan saat sesi study case, peserta terlihat sangat aktif dalam mengikutinya. Mereka saling berdiskusi untuk berusaha menyelesaikan problematika ummat saat ini sesuai materi yang telah diberikan.

Tidak lupa, Gerakan Subuh Jamaah Nasional juga termasuk dalam rangkaian acara PMLDK. Para peserta dan panitia melangsungkan shalat subuh berjamaah di Masjid Kampus A UISI dan diikuti dengan kajian setelah subuh yang diisi oleh Drs. Muhammad Asyhad, M.Pd.I., Dosen Ekonomi Syariah di UISI. Beliau merasa bangga dan senang melihat semangat pemuda-pemudi yang hadir dan bisa melaksanakan shalat subuh berjamaah. Beliau juga berharap, semangat itu dapat terus membara hingga acara ini selesai dilaksanakan.

Pagi harinya, peserta menerima materi keempat yang disampaikan oleh Ustadz M. Redza Kusuma, S.Farm (Pegiat Sosial, Dakwah, dan Kepemudaan) mengenai Dakwah dan ke-LDK-an. Terakhir, acara ditutup dengan doa oleh beliau dan setelah itu, sebagai pemuda-pemudi zaman now, tidak lupa para peserta dan panitia melakukan foto bersama.

Foto acara dakwah

FSLDK Lampung bersama MUI Lampung Siap Menjadi Garda Terdepan Tangkal Radikalisme dan Terorisme

Kamis, (06/09/2018) pukul 14.00 FSLDK Lampung yang dikoordinatori oleh Biro Khusus Jaringan dan Kemitraan melakukan kunjungan ke MUI Lampung dalam rangka langkah kolaboratif FSLDK Lampung beserta MUI untuk menangkal radikalisme dan terorisme di tataran kampus. Adapun dalam kunjungan tersebut membahas diskusi berupa peran LDK dan kolaborasinya dengan MUI untuk meningkatkan peran mahasiswa muslim dalam merawat NKRI. “MUI Lampung sepakat untuk bisa bersama-sama FSLDK menangkal gerakan radikalisme dikampus,  MUI pun mendukung setiap kegiatan yg dilaksanakan FSLDK dalam rangka menjaga persatuan umat.” Ujar Khairuddin Tahmid, selaku Ketua MUI Lampung

Wahyu Kurniawan selaku Ketua Puskomda FSLDK Lampung mengatakan bahwa, “FSLDK Lampung sebagai forum LDK se-Provinsi Lampung siap menjadi garda terdepan dalam menangkal setiap gerakan radikalisme dikampus. FSLDK bersama seluruh LDK di Lampung berkomitmen penuh untuk menumbuhkan semangat berbangsa dan bertanah air Indonesia dalam rangka menjaga persatuan dan merawat NKRI.”

Salah satu butir kerjasama antara FSLDK Lampung dan MUI Lampung adalah bahwa salah satu perwakilan dari MUI Lampung akan menjadi pemateri dalam Sekolah Kebangsaan dalam rangkaian agenda Muslim Student Summit oleh FSLDK Lampung dalam waktu dekat.

Fsldk-lampung-bersama-mui

FSLDK Indonesia Mengecam Kriminalisasi Ulama dan Tindakan Inkonstitusional Aparat Negara

fsldk-logo

Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia) menyatakan kekecewaannya terhadap Polda Metro Jaya yang pada Kamis kemarin (30/3/17) melakukan penangkapan terhadap Sekjend Forum Umat Islam (FUI) K.H Al-Khaththath, dan lima ulama lainnya dengan tuduhan makar. Penangkapan ini dilakukan pada malam hari, sebelum dilaksanakannya aksi 313.

K.H Al-Khaththath merupakan pimpinan aksi 313, yang dalam tuntuntannya hendak mendesak kembali pemerintah menuntaskan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang semakin kabur. Dugaan makar yang menjadi alasan kuat ditangkapnya ulama umat Islam, K.H Al-Khaththath, telah menunjukkan bahwa pemerintah semakin gentar dengan desakan umat Islam melalui aksi-aksi besar yang berkelanjutan menyerukan ketegasan sikap pemerintah terhadap penista agama.

Tertanggal 16 November 2016 Bareskrim Mabes Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka dan pada sidang perdana yang digelar di Gedung Bekasi Pengadilan Jakarta Pusat menetapkan Ahok sebagai terdakwa dalam gelar perkara terbuka terbatas kasus penistaan agama. Namun hingga saat ini proses hukum berjalan lambat dan terkesan bertele-tele. Hal ini merupakan wujud penanganan hukum yang serampangan dan tidak segera, bahkan mengindikasikan aparat berlama-lama dan tidak tegas dalam menyelesaikan perkara tersebut, mengaburkan perkara dan melemahkan kekuatan hukum. Karena tak selayaknya seorang penista agama yang telah menodai kebhinnekaan dan keutuhan bangsa bebas melenggang dan bahkan bebas hukum.

Undang-undang No. 9 Tahun 1998 menyatakan tiap indvidu di Indonesia dapat mengemukakan aspirasinya sebagai perwujudan kebebabasan berpendapat. Hal tersebut adalah bukti shohih bahwa rakyat mengemukakan pendapat dijamin kebebasan dan keberadaannya secara konstitusi. Namun sikap represif aparat dan sikap inkonstitusional pemerintah yang dengan mudahnya menyematkan tuduhan makar pada rakyat, terlebih pada alim ulama dan para asatidz yang menjadi pewaris para nabi dan kepercayaan umat Islam, telah menodai demokrasi Indonesia dan mengganggu keutuhan berbangsa dan bernegara.

Maka kami, FSLDK Indonesia dengan ini menyatakan sikap:

1. Pemerintah dan para aparat penegak hukum harus menyelesaikan perkara ini dengan segera dan tidak bertele-tele

2. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus menegakkan hukum dengan seadil-adilnya

3. Mengecam keras tindakan Polda Metro Jaya atas tindakan penangkapan dan sikap represif aparat yang semena-mena

4. Mengecam keras tindakan pemerintah dan aparat negara yang dengan mudahnya menyematkan tuduhan makar pada rakyat yang menyampaikan aspirasinya secara benar sesuai hukum

5. Menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam agar berdoa dengan sebaik-baik doa untuk kebaikan Negara dan Bangsa Indonesia

Apabila pemerintah dan aparat penegak hukum tidak mengindahkan konstitusi dan peraturan yang berlaku, maka sesungguhnya telah terjadi penodaan terhadap supremasi hukum dan tindakan yang inkonstitusional dan sewenang-wenang.

Semoga Allah menjaga negeri ini dari tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.

Allahu Akbar!
Surakarta, 1 April 2017
Ketua Puskomnas FSDLK Indonesia
Hanafi Ridwan Dwiatmojo