Arahan Berkenaan dengan Wabah Covid-19

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Indonesia dalam menyikapi persoalan terkait terdeteksinya penyebaran virus Corona di beberapa daerah Indonesia, maka diarahkan kepada seluruh Puskomda dan LDK untuk :

  1. Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT,  dengan melakukan Usbu Ruhiy:
  2. Perbanyak Istighfar
  3. Dzikir Pagi dan Petang
  4. Sholat Awal Waktu dan membawa sajadah pribadi atau alas lainnya
  5. One Day One Juz
  6. Infaq
  7. Sholat Sunnah (Tahajud, Dhuha, dan Rawatib)
  8. Serta berdoa kepada Allah SWT dengan doa sebagai berikut :

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dengan nama Allah yang tidak ada yang dapat mencelakai bersama nama-Nya apapun yang ada di bumi dan di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَق

“Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya” [H.R Muslim 2708].

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُوْنِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk/mengerikan lainnya.” (HR. Abu Dawud 1554, Nasa’i 5493).

  • Meniadakan kegiatan internal FSLDK Indonesia sementara waktu. Kegiatan internal diantara lain; Rapimda, Seminar, Kajian, Mabit, dan kegiatan yang sekiranya mengumpulkan massa dalam jumlah banyak. Kegiatan bisa mulai dilaksanakan kembali bersamaan dengan pencabutan kebijakan pemerintah setempat.
  • Menghimbau untuk menyesuaikan kegiatan dakwah bagi Lembaga Dakwah Kampus seluruh Indonesia dengan kebijakan yang telah diberlakukan oleh masing-masing kampus.
  • Senantiasa menarapkan dan membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta menjaga kesucian jasad maupun ruh dengan menjaga wudhu untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit.
  • Menghimbau semua untuk tetap tenang, bersatu, mengedepankan sikap saling membantu, menghindarkan perilaku saling berbantahan dan saling menyalahkan, serta tidak menyebarkan berita atau informasi yang belum diketahui kebenarannya (hoax), dan bersama-sama melakukan segala upaya untuk menangkal dan meminimalkan potensi penyebaran virus Corona tersebut.

Demikian arahan ini kami sampaikan. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua dari berbagai hal yang tidak diharapkan, tetap bertawakal dan bersabar.

Jakarta, 16 Maret 2020 / 21 Rajab 1441 H

Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia

Fadlan Karim 0819-0634-1757

Ketua Komisi A Puskomnas :Suhandi 0899-7786-950

Ketua Komisi C Puskomnas :Retno Wulandari 8019-3299-3706

Ketua Komisi B Puskomnas : Mujahid Robbani Sholahudin
0896-5313-2158

Ketua Komisi D Puskomnas : M. Ihya Ulumudin 0857-1619-7340

Dapat diunduh melalui tautan berikut: https://bit.ly/ArahanCovid-19

Gemar 2020, FSLDK Riau Ajak Masyarakat ikut Longmarch dan Edukasi Tutorial Hijab Syar’i

Pekanbaru – Dalam rangka memperingati  hari Gerakan Menutup Aurat se-indonesia, FSLDK Riau bersama sahabat peduli Jilbab pekanbaru dan beberapa komunitas yang tergabung didalamnya komitmen mengkampanyekan gerakan menutup aurat setiap tahunnya pada ahad (23/2).

Kegiatan ini berawal dari rasa kepedulian remaja-remaja mesjid yang melihat fakta-fakta mengenai pelecehan seksual hingga pemerkosaan itu makin banyak terjadi di indonesia.

kejahatan terhadap perempuan di Indonesia masih tinggi. Pada tahun 2019 kejahatan terhadap perempuan meningkat jika dibandingkan tahun 2018. Kasus pemerkosaan di tahun 2018 ada 3.404 kasus, di tahun 2019 meningkat jadi 4.730, atau naik 38,9 persen. (dikutip dari indozone)

inilah latar belakang kenapa FSLDK komit untuk terus mengkampanyekan gerakan menutup aurat tak hanya di riau tapi seluruh kota-kota besar di Indonesia.

Acara ini dimulai dengan Longmarch di area CFD Jl. Sudirman Pekanbaru, sembari menyuarakan bahwa Gemar: Jilbab bukti Cinta yang juga merupakan tema kegiatan GEMAR tahun ini. Kemudian dilanjutkan dengan tausyiah dari ustadzah hafifah Rasheed  aktivis perempuan pekanbaru. Beliau mengungkapkan bahwa “Jilbab itu wajib dikenakan oleh setiap muslimah yang sudah baligh ini tentang penjagaan diri kita agar tehindar dari pandangan laki-laki yang tidak terkontrol hawa nafsunya” pungkasnya Peserta gemar pada CFD kali ini tidak hanya datang dari mahasiswa-mahasiswa kampus di pekanbaru saja. Pelajar SMP-SMA dan para pengunjung CFD juga tertarik dengan kegiatan ini. Selain acara GEMAR, FSLDK bekerja sama dengan Human Inisiative membuka Cek Pelayanan Kesehatan Gratis. (zvn)

GEMAR & Hijrah Masal di Nusa Tenggara

[Press Release GEMAR 2020]

Bismillah

Mataram, 22-23 Februari 2020

Alhamdulillah telah berlangsung acara Talkshow Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) 2020 dan Hijrah Masal dengan Tema “ Aku ingin Berjilbab” di Musholla Manarul Ilmi FT UNRAM  yang diselenggarakan oleh Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Nusa Tenggara dan di hadiri lebih dari 300  peserta dari berbagai instansi, Mahasiswa dan Umum.

            Pada Talkshow, Sabtu (22/02/20) acara pembukaan di hidmat sambutan oleh ketua panitia dan ketua Komisi C FSLDK Nusa Tenggara dan, dilanjutkan dengan materi talkshow yang terdiri dari dua sesi. Sesi pertama, materi disampaikan oleh Ustadzah. Reni Aritiasari, S.Pd yang merupakan ketua Salimah PD Mataram tentang “Peran Muslimah di Masyarakat” khususnya masyarakat NTB. Sesi kedua, materi disampaikan oleh Mbak Nonik Kurniawati, S.Pd yang merupakan ketua Solidaritas Peduli Jilbab Regional Lombok tentang “Haruskah Aku Berhijab ?”. Talkshow diakhiri dengan pembagian pakaian syar’i bagi peserta yang belum menggunakan pakaian syar’I dan sesi foto bersama.

                Acara Talkshow ini  merupakan salah satu dari Rangkaian Acara GEMAR 2020  yang mana, Puncak dari acaranya adalah Pawai GEMAR pada Ahad (23/02/20) yang berlangsung di  CFD Udayana kota Mataram. Long March d imulai dari Islamic Center Hubbul Wathan hingga Halte depan SMPN 6 Mataram , dan di ikuti oleh BEM UNRAM,PD KAMMI Mataram, Solidaritas Peduli Jilbab (SPJ), Salimah PD Mataram dan Masyarakat Umum. Rangkaian acara pada Long March tersebut berupa : Orasi, Tebar jilbab,Tutorial Jilbab, Penyampaian Kisah Inspiratif dan Testimoni dari Peserta yang dipakaikan Jilbab Syar’I.

            “Menutup Aurat itu adalah sebuah kewajiban, tidak peduli tua atau muda, kecil atau besar. Menutup aurat merupakan fitrah Agung dari Allah Subhanahu wa ta’ala untuk kita semua, Oleh karena itu Kami mengajak kepada seluruh warga kota Mataram yang hadir hari ini, untuk kita Menutup Aurat” Ungkap Muhd. Fathurrahman Ketua Komisi A FSLDK Nusa Tenggara.

            Nursanita Shofihatul Fikriyah Staff komisi C yang menyampaikan tentang betapa berharganya wanita yang menjaga auratnya dan himbauan kepada khalayak untuk mari sama-sama Menutup Aurat. Orasi juga disampaikan oleh Perwakilan dari PD Mataram yaitu Wildayanti,Melisa Fiktaria, Arif Rahman dan Muhammad Abdi Ihsan yang menyampaikan dan menyerukan tentang Muslimah dan Hijab syar’I serta perwakilan dari Wesave NTB yaitu Sisila Adinda yang berorasi ajakan agar muslimah tetap istiqomah menutup Aurat.

            “Jika Selembar kain yang kau rasa berat untuk kau simpan diatas kepala yang melindungimu hingga ke syurga, lalu bagaimana kau merasakan, kau merelakan Ayah dan Ibumu di siksa di akhirat. Mari kita ikhlaskan hati, karena ikhlas kunci dari ringannya perjalanan kita menuju Jannah-Nya. Oleh karena itu, Saya dan kita yang berada disini mengajak saudara-saudara kita yang mungkin lupa,yang terlambat Menutup Aurat. Terlambat Menutup Aurat itu ada alasan, Tapi tidak berhijab, jangan teman-teman, jangan kamu tidak berhijab, mari Menutup Aurat !”. Ungkap Dina Marlina.

Kegiatan tersebut di lanjutkan dengan penyampaian cerita hijrah oleh peserta GEMAR.

“ Saya Menggunakan Jilbab Rasanya Nyaman, Terjaga dan merasa Lebih dihormati oleh Laki-laki”. Sinta wanita asal Mataram, juga ungkap Ningsih “ Perasaan saya setelah menggunakan jilbab Syar’I adalah Tenang dan Nyaman”.

Kewajiban menutup aurat telah diterangkan dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab 59,

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anakmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka” yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenal, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

RO MODE ON 1440 H

25 Mei 1986 — 25 Mei 2019
33 Tahun FSLDK Indonesia

Bertambahnya usia bersamaan dengan masuknya 10 hari terakhir Ramadan 1440 H. Hari yang menjadi momen peningkatan ibadah, optimalisasi dakwah, syukur, doa, dan rasa penuh harap juga ampunan-Nya. Semoga semangat yang sama tertambat kuat dalam diri kami, FSLDK Indonesia bersama seluruh LDK se-Indonesia.

Inilah saatnya, hidupkan MODE ON di 10 terakhir Ramadan! Saat-saat kesempatan mendapat keagungan terbuka lebar buat kita.

Siap? Bismillah! Yuk ikutan RO MODE ON 1440 H! Hidupkan 10 terakhir Ramadan dengan amal kebaikan maksimal, mulai malam ini. Kita pasang twibbon serentak melalui bit.ly/ROMODEON

Nantikan serial RO MODE ON hingga menjelang hari nan fitri!

“Rasulullah SAW ketika masuk 10 hari terakhir bulan Ramadan, mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (Muttafaq ‘alaih)

Saatnya Perempuan Menjadi Influencer Kebaikan

Kelas perdana dari School of Women Influencer (SWI) resmi dilaksanakan pada hari Sabtu (02/03) kemarin. Kelas perdana ini dilaksanakan di Aula Perpustakaan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung. SWI yang merupakan salah satu program dari Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Bandung Raya, pada pertemuan perdana ini dihadiri oleh 93 orang peserta yang siap menjalani perkuliahan selama tiga bulan dan siap menjadi influencer perempuan.

Pertemuan perdana kali ini diisi dengan Keynote Speech yang disampaikan oleh Indra Fitriyana selaku Ketua FSLDK Bandung Raya sekaligus sebagai Kepala Sekolah SWI. Dilanjut dengan  School of Women Influencer Prologue yang disampaikan oleh Amanda Rahmalia Syafitri, S.Ars selaku ketua Kemuslimahan FSLDK Bandung Raya dan juga Wakil Kepala Sekolah SWI, dan ditutup dengan penyampaian materi Marketing Syiar Dakwah oleh Yogi Gustaman,S.T selaku trainer Digital Marketing.

“SWI adalah School of Women Influencer. Sebuah platform sekolah perempuan non-formal yang mengkompilasi materi-materi tematik dan berkesinambungan terkait keislaman, kemuslimahan, serta influencing skills menjadii perkuliahan singkat yang dilakukan selama kuramg lebih tiga bulan. Asal Program Great Muslimah Trainer (GMT) yang dikemas begitu ciamik begitu cocok untuk perempuan masa kini,” tutur Indra.

“Dakwah itu bukan Cuma kerjaan orang-orang di atas mimbar. Esensi dakwah itu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran, jadi siapapun bisa mengajak dan menginfluence orang lain untuk menyuarakan kebenaran, termasuk perempuan. Sudah saatnya kita jadikan potensi media sosial sebagai lading amal meraih Jannah-Nya kelak,” ujar Ketua Kemuslimahan FSLDK Baraya, Amanda Rahmalia Syafitri.

Menjadi penebar manfaat dan berpengaruh pastinya membutuhkan ilmu, oleh karena itu SWI mengawali perkuliahan dengan memperkenalkan kontinuitas update status online sebagai langkah pertama. “Pastikan semua potensi yang kita punya sebagai aset untuk terus bermanfaat, termasuk media sosial kita. Udah dipakai apa saja medsos kita selama ini? Sering update nggak? Pastikan kita buat dan update status! Jangan Cuma jadi followers aja!,” begitulah seruan Yogi kepada peserta SWI agar aktif memposting konten yang bermanfaat di media sosial.

“Setelah ikut kelas perdana SWI ini saya merasa senang, bersyukur masih diberi kesempatan untuk terus belajar dan ketika mendapat materi ‘oooh’ moment jadi semakin tersadarkan masih harus banyak belajar dan ktika dapat ‘wow’ moment saat tau (tentang) penugasan-penugasan merasa harus lebih kuat lagi menantang diri agar lebih baik, untuk bisa berkontribusi dalam kebaikan. Dan terpenting lagi, bisa bersua dengan sahabat-sahabat LDK se-Bandung Raya,” ujar Eli salah satu peserta SWI dari UPI Bandung.