GSJN #31 : Anak Muda dan Masa Depan Indonesia

Bismillah, Gerakan Salat Shubuh Jamaah Nasional (GSJN) kembali hadir untuk yang ke-31

“Jangan pernah bertanya apa yang diberikan negara kepadamu, namun bertanyalah apa yang sudah diberikan untuk negara.” (John F. Kennedy)

Berbuat baik dan berkontribusi membangun negeri tidak perlu menunggu nanti. Inilah saatnya, inilah panggungnya, bagi kita para generasi muda Indonesia.

Yuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menyukseskan perhelatan akbar Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April 2019 mendatang.

Kita ngobrol tentang “Anak Muda, Pemilu dan Masa Depan Indonesia” di Gerakan Salat Shubuh Jamaah Nasional (GSJN) serentak di seluruh Masjid Kampus di Indonesia pada 30-31 Maret 2019 nanti.

Mari kita bantu bangsa ini mewujudkan Pemilu yang bahagia, luber dan jurdil. Anak muda harus ambil peran, anak muda harus ikut membangun bangsanya.

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita para pemimpin-pemimpin dan wakil rakyat yang beriman kepada Allah SWT, berakhlak baik, serta setia pada Pancasila dan NKRI. Semoga terlaksana Pemilihan Umum yang membahagiakan bagi seluruh rakyat Indonesia. Aamiin.

Mengokohkan Peran Kebangsaan Pemuda: FSLDK Sumbar Bermalam di Masjid

Padang, 16 Februari 2019, ratusan mahasiswa mengikuti Gerakan Subuh Berjamaah Nasional (GSJN) di Masjid Nurul Ilmi (MNI) Universitas Andalas, Padang. Kegiatan yang bertujuan untuk mengokohkan peran kebangsaan pemuda ini dimulai pada pukul 20.00 WIB (16/02/19) hingga pukul 06.00 WIB (17/02/19).

Menurut Riski Azmirwan Sekretaris Puskomda FSLDK Sumbar, GSJN merupakan kegiatan bulanan yang sudah dirutinkan sejak empat tahun terakhir. “FSLDK se-Indonesia mengadakan kegiatan ini” tambahnya.

Yusrizal Yasmar, ketua Komisi A Puskomda FSLDK Sumbar mengatakan bahwa kegiatan GSJN merupakan refleksi terhadap fenomena yang terjadi saat ini. Pemuda adalah salah satu ujung tombak untuk peradaban di masa depan. Oleh karena itu, perlu diadakan kegiatan untuk mengokohkan peran kebangsaan tersebut.

Adapun rangkaian kegiatan ini adalah: Shalat Isya Berjamaah, ceramah agama, membaca al-qur’an, shalat subuh berjamaah, dan diakhiri dengan ceramah agama.

Ustad Azka, salah satu pemateri dalam kegiatan ini mengatakan bahwa pemuda adalah tonggak peradaban di masa depan. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebagai seorang pemuda, yaitu fisik, masa depan, dan orientasi ke depan.

Lebih lanjut, Ustad Azka juga menjelaskan beberapa tips yang dapat dilakukan seorang pemuda dalam perannya memajukan bangsa, yaitu meningkatkan rasa cinta pada negeri, belajar dengan sungguh-sungguh, bertekad menjadi manusia berguna, menggunakan waktu muda dengan kegiatan-kegiatan positif, bersahabat dengan orang yang berpikiran maju, memperbanyak teman dan mengurangi musuh, serta tips lainnya.

Riski Maulana, dalam kata sambutannya membuka acara mengajak para peserta GSJN tersebut untuk meningkatkan iman dan mempererat ukhuwah (persaudaraan) antar pemuda (KomD).

LDK Se Bengkulu Serukan Persatuan Umat

Bengkulu – Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK BENGKULU) bersama Lembaga Dakwah Kampus ( LDK) se Bengkulu serukan persatuan umat melalui rangkaian acara Gerakan Shubuh Berjamah Nasional (GSJN).

Sabtu – Ahad, 15 – 16 September 2018 dilaksanakan rangkaian acara GSJN di Universitas Bengkulu. Rangkaian acara tersebut diantaranya pembukaan secara resmi, tabligh akbar, nonton bareng film islami, qiyamul lail, Sholat Shubuh Berjamaah, kuliah subuh, dzikir bersama dan dilanjutkan dengan senam nusantara.

Pembukaan acara GSJN ini di hadiri oleh Pembina UKM Kerohanian KBM UNIB, Perwakilan Rektor l, FSLDK Bengkulu, dan mahasiswa dari beberapa Universitas di Bengkulu. Kemudian dibuka secara resmi oleh perwakilan rektor Universitas Bengkulu yaitu bapak Dr. Drs. Tamrin, MKM dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh bapak Drs. Choirul Muslim, Su, Ph.D. serta berbagai kegiatan lainnya.

Pada sambutannya bapak Dr. Drs. Tamrin, MKM sebagai perwakilan rektor menyampaikan bahwa, sudah sepatutnya mahasiswa itu untuk menjadi pelopor persatuan. Mengajak kepada hal-hal yang lebih bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Terkhusus ini adalah mahasiswa muslim. Harus memberikan hal-hal positif dalam berbagai kegiatannya.

“Mahasiswa muslim itu harus menjadi orang yang bermanfaat. Tidak melakukan hal-hal yang kurang ada manfaatnya. Menjadikan kegiatan-kegiatannya selalu bernilai positif,” jelas Dr. Drs. Tamrin, MKM dalam sambutannya.

Dan bapak Drs. Choirul Muslim, Su, Ph.D. juga menambahkan bahwa mahasiswa sebagai kaum intelektual jangan mudah terpengaruh serta terprovokasi oleh berbagai hal. Diantaranya dengan banyakny hoax yang tersebar. Harus menelusuri fakta jangan menyebarkan keburukan.

“Mahasiswa itu kaum intelektual, jangan menjadi pihak yang menelan mentah-mentah segala informasi sehingga menimbulkan kegaduhan. Harus ada penelusuran apakah itu benar-benar fakta atau bukan” ungkap bapak Drs. Choirul Muslim, Su, Ph.D.

GSJN dilaksanakan serentak se Indonesia oleh Puskomda setiap daerah bersama para kader LDK dan mengajak seluruh eleman masyarakat untuk ikut serta.

Dokumentasi

Sumber :  http://www.fsldkbengkulu.org/2018/09/ldk-se-bengkulu-serukan-persatuan-umat.html

GSJN #25 : Sejarah Keberkahan Palestina dan Kondisi Masa Kini

Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa. Perjalanan Rasulullah SAW menuju ke ArsyNya.

Peristiwa agung ini telah terjadi beberapa abad yang lalu, namun ranum hikmahnya masih dapat kita rasakan hari ini.

Pertama, pengingat kepada kita untuk kembali memakmurkan masjid. Rasulullah SAW memulai perjalanan besar ini dari Masjid ke Masjid, lebih tepatnya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Dalam perjalanan ini juga, kita diingatkan untuk membela dan menjaga Kiblat pertama umat Islam, yakni Masjidil Aqsha.

Kedua, sebelum perjalanan ini dimulai, Rasulullah ditemui oleh Jibril untuk kemudian dibersihkan dadanya dari berbagai kotoran. Hal ini mengajarkan kepada kita, sebuah peristiwa besar tidak akan terjadi tanpa diiringi dengan hati dan niat yang bersih karenaNya.

Mari, kita rengkuh ranum hikmah Isra Mi’raj ini dengan kembali memakmurkan Masjid melalui “Gerakan Subuh Berja’maah Nasional ke-25″ dengan tema : Isra’ Mi’raj — Sejarah Keberkahan Palestina dan Kondisi Masa Kini”.

Pelaksanaan GSJN ini akan dilakukan serentak di 37 Puskomda dan Masjid Kampus di Indonesia.

Sabtu-Ahad, 21-22 April 2018 | Pukul 18.30-06.00

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Al Isra’ [17]:1

#GerakanSubuhJamaahNasional #GerakanSubuhJamanNow

#RumahUkhuwah #KolaboratorKebaikan

GSJN #24 : Hikmah Momentum Bandung Lautan Api

Bandung, 23 Maret 1946 menjadi sejarah perjuangan rakyat Indonesia melawan kolonialisme dan menjaga kemerdekaan bangsanya. 200.000 rakyat yang berdiri kaum muslimin di dalamnya, membakar harta benda dan rumah mereka sebelum meninggalkan Bandung. Lautan api pun berkobar sebagai bentuk respon atas ultimatum sekutu yang memerintahkan rakyat untuk mengosongkan Bandung.

Para ulama bersama seluruh rakyat berjuang dengan semangat fii sabilillah untuk mengusir penjajah dari tanah Bandung. Persatuan yang kokoh dan rasa cinta atas tanah airnya membuat keutuhan dan kemerdekaan bangsa kita tetap terjaga. Mari bersama kita refleksikan persatuan itu dengan perkuat ukhuwah dan semangat membangun negeri menjadi lebih baik lagi. Agar terwujud Indonesia penuh berkah, baldatun thayyibun wa Rabbun ghafur.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.”
(Q.S Al-Fath: 1)

Sejarah bangsa Indonesia selalu menarik untuk kita pelajari dan juga kita jadikan pelajaran untuk kehidupan masa kini. Momentum perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia menjadi sebuah hikmah bahwa untuk mencapai sesuatu, kita perlu untuk berikhtiar dan berkorban (at-tadhiyyah). Bagaimana dengan hikmah dari peristiwa Bandung Lautan Api? Apakah peristiwa ini termasuk dalam kekalahan bangsa Indonesia, atau justru adalah kemenangan yang nyata?

FSLDK Indonesia, dengan semangat kebangsaan, kembali menghadirkan Gerakan Subuh Berjamaah Nasional (GSJN) ke-24 dengan tema “Merdeka atau Mati! —Hikmah Momentum Bandung Lautan Api

Pelaksanaan GSJN ini akan dilakukan serentak di Masjid-Masjid Kampus di 37 daerah se-Indonesia.

Hari/tanggal  : Sabtu-Ahad, 24-25 Maret 2018

Waktu : Pukul 18.30-06.00

“Bangsa yang besar adalah Bangsa yang tidak lupa akan sejarah para pahlawan nya.”
(Ir. Soekarno, Bapak Proklamator Kemerdekaan Indonesia)

#GerakanSubuhJamaahNasional
#GerakanSubuhJamanNow
#RumahUkhuwah #KolaboratorKebaikan