LDK Se Bengkulu Serukan Persatuan Umat

Bengkulu – Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK BENGKULU) bersama Lembaga Dakwah Kampus ( LDK) se Bengkulu serukan persatuan umat melalui rangkaian acara Gerakan Shubuh Berjamah Nasional (GSJN).

Sabtu – Ahad, 15 – 16 September 2018 dilaksanakan rangkaian acara GSJN di Universitas Bengkulu. Rangkaian acara tersebut diantaranya pembukaan secara resmi, tabligh akbar, nonton bareng film islami, qiyamul lail, Sholat Shubuh Berjamaah, kuliah subuh, dzikir bersama dan dilanjutkan dengan senam nusantara.

Pembukaan acara GSJN ini di hadiri oleh Pembina UKM Kerohanian KBM UNIB, Perwakilan Rektor l, FSLDK Bengkulu, dan mahasiswa dari beberapa Universitas di Bengkulu. Kemudian dibuka secara resmi oleh perwakilan rektor Universitas Bengkulu yaitu bapak Dr. Drs. Tamrin, MKM dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh bapak Drs. Choirul Muslim, Su, Ph.D. serta berbagai kegiatan lainnya.

Pada sambutannya bapak Dr. Drs. Tamrin, MKM sebagai perwakilan rektor menyampaikan bahwa, sudah sepatutnya mahasiswa itu untuk menjadi pelopor persatuan. Mengajak kepada hal-hal yang lebih bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Terkhusus ini adalah mahasiswa muslim. Harus memberikan hal-hal positif dalam berbagai kegiatannya.

“Mahasiswa muslim itu harus menjadi orang yang bermanfaat. Tidak melakukan hal-hal yang kurang ada manfaatnya. Menjadikan kegiatan-kegiatannya selalu bernilai positif,” jelas Dr. Drs. Tamrin, MKM dalam sambutannya.

Dan bapak Drs. Choirul Muslim, Su, Ph.D. juga menambahkan bahwa mahasiswa sebagai kaum intelektual jangan mudah terpengaruh serta terprovokasi oleh berbagai hal. Diantaranya dengan banyakny hoax yang tersebar. Harus menelusuri fakta jangan menyebarkan keburukan.

“Mahasiswa itu kaum intelektual, jangan menjadi pihak yang menelan mentah-mentah segala informasi sehingga menimbulkan kegaduhan. Harus ada penelusuran apakah itu benar-benar fakta atau bukan” ungkap bapak Drs. Choirul Muslim, Su, Ph.D.

GSJN dilaksanakan serentak se Indonesia oleh Puskomda setiap daerah bersama para kader LDK dan mengajak seluruh eleman masyarakat untuk ikut serta.

Dokumentasi

Sumber :  http://www.fsldkbengkulu.org/2018/09/ldk-se-bengkulu-serukan-persatuan-umat.html

GSJN #25 : Sejarah Keberkahan Palestina dan Kondisi Masa Kini

Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa. Perjalanan Rasulullah SAW menuju ke ArsyNya.

Peristiwa agung ini telah terjadi beberapa abad yang lalu, namun ranum hikmahnya masih dapat kita rasakan hari ini.

Pertama, pengingat kepada kita untuk kembali memakmurkan masjid. Rasulullah SAW memulai perjalanan besar ini dari Masjid ke Masjid, lebih tepatnya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Dalam perjalanan ini juga, kita diingatkan untuk membela dan menjaga Kiblat pertama umat Islam, yakni Masjidil Aqsha.

Kedua, sebelum perjalanan ini dimulai, Rasulullah ditemui oleh Jibril untuk kemudian dibersihkan dadanya dari berbagai kotoran. Hal ini mengajarkan kepada kita, sebuah peristiwa besar tidak akan terjadi tanpa diiringi dengan hati dan niat yang bersih karenaNya.

Mari, kita rengkuh ranum hikmah Isra Mi’raj ini dengan kembali memakmurkan Masjid melalui “Gerakan Subuh Berja’maah Nasional ke-25″ dengan tema : Isra’ Mi’raj — Sejarah Keberkahan Palestina dan Kondisi Masa Kini”.

Pelaksanaan GSJN ini akan dilakukan serentak di 37 Puskomda dan Masjid Kampus di Indonesia.

Sabtu-Ahad, 21-22 April 2018 | Pukul 18.30-06.00

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Al Isra’ [17]:1

#GerakanSubuhJamaahNasional #GerakanSubuhJamanNow

#RumahUkhuwah #KolaboratorKebaikan

GSJN #24 : Hikmah Momentum Bandung Lautan Api

Bandung, 23 Maret 1946 menjadi sejarah perjuangan rakyat Indonesia melawan kolonialisme dan menjaga kemerdekaan bangsanya. 200.000 rakyat yang berdiri kaum muslimin di dalamnya, membakar harta benda dan rumah mereka sebelum meninggalkan Bandung. Lautan api pun berkobar sebagai bentuk respon atas ultimatum sekutu yang memerintahkan rakyat untuk mengosongkan Bandung.

Para ulama bersama seluruh rakyat berjuang dengan semangat fii sabilillah untuk mengusir penjajah dari tanah Bandung. Persatuan yang kokoh dan rasa cinta atas tanah airnya membuat keutuhan dan kemerdekaan bangsa kita tetap terjaga. Mari bersama kita refleksikan persatuan itu dengan perkuat ukhuwah dan semangat membangun negeri menjadi lebih baik lagi. Agar terwujud Indonesia penuh berkah, baldatun thayyibun wa Rabbun ghafur.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.”
(Q.S Al-Fath: 1)

Sejarah bangsa Indonesia selalu menarik untuk kita pelajari dan juga kita jadikan pelajaran untuk kehidupan masa kini. Momentum perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia menjadi sebuah hikmah bahwa untuk mencapai sesuatu, kita perlu untuk berikhtiar dan berkorban (at-tadhiyyah). Bagaimana dengan hikmah dari peristiwa Bandung Lautan Api? Apakah peristiwa ini termasuk dalam kekalahan bangsa Indonesia, atau justru adalah kemenangan yang nyata?

FSLDK Indonesia, dengan semangat kebangsaan, kembali menghadirkan Gerakan Subuh Berjamaah Nasional (GSJN) ke-24 dengan tema “Merdeka atau Mati! —Hikmah Momentum Bandung Lautan Api”

Pelaksanaan GSJN ini akan dilakukan serentak di Masjid-Masjid Kampus di 37 daerah se-Indonesia.

Sabtu-Ahad, 24-25 Maret 2018 | Pukul 18.30-06.00 .
.
“Bangsa yang besar adalah Bangsa yang tidak lupa akan sejarah para pahlawan nya.”
(Ir. Soekarno, Bapak Proklamator Kemerdekaan Indonesia)

#GerakanSubuhJamaahNasional
#GerakanSubuhJamanNow
#RumahUkhuwah #KolaboratorKebaikan

GSJN #23 : Spesial Persatuan Umat

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara.” (QS Ali Imran:103)

Persatuan umat adalah sebuah keniscayaan yang perlu diperjuangkan. Dan, pemuda merupakan tonggak penting dalam perjuangan tersebut. Selainmemperjuangkan persatuan, para pemuda juga memiliki peran untuk senantiasa merawat persatuan tersebut.

Dalam rangka menciptakan dan merawat persatuan Umat Islam, FSLDK Indonesia menyelenggarakan kembali Gerakan Shalat Subuh Berjama’ah Nasional (GSJN) dengan tema: Pemuda Muslim Pembanguan Peradaban sebagai Pionir Persatuan Umat.

Pelaksanaan GSJN ini akan dilakukan serentak di Masjid-Masjid Kampus di 37 daerah se-Indonesia.

Sabtu-Ahad, 24-25 Februari 2018 | Pukul 18.30-06.00

*akan diadakan juga doa bersama dan penggalangan dana untuk saudara kita yang terkena bencana letusan Gunung Sinabung.

Siapkan infaq terbaikmu!

#GerakanSubuhJamaahNasional
#GerakanSubuhJamanNow
#RumahUkhuwah #KolaboratorKebaikan

GSJN #3 Spesial 1 Tahun

whatsapp-image-2016-09-28-at-13-32-02

Assholatu khoirun min an-naum
Sholat lebih baik dari tidur

Tidak umum terdengar, paling hanya sehari sekali. Terdengar saat dini hari, banyak mata terpejam dan tidak peduli.

Tetapi, sebuah istana megah bernama madain dibuka oleh kaum muslimin, dibawah pimpinan seorang khalifah yang gagah perkasa namun sederhana. Kota berbenteng, tidak tertaklukan dalam pertempuran berabad abad, dibuka oleh pemuda tanggung pemberani. Di masa itu, ummat muslim sangat akrab dengan seruan itu, sangat sering mendengar lantunan khusus dalam adzan tersebut.

Ummat merindukan kejayaan, memimpikan terwujudnya cita era gemilang. Maka kami hadirkan sebuah inspirasi dan cinta kami untuk ummat, Gerakan Shubuh Jamaah Nasional (GSJN).

Hampir genap setahun FSLDK Indonesia berusaha menjaga ruh semangat GSJN bersama 37 FSLDK daerah sebagai usaha untuk melangkah menuju peradaban mulia yang bermula dari masjid.

Dan kali ini, FSLDK Indonesia kembali hadir dengan GSJN #13 yang bertajuk Milad GSJN 1 Muharram 1438 H dengan tema “Bangkit Untuk Berjaya, Membangun Peradaban Indonesia”. GSJN#13 ini akan dilaksanakan pada tanggal 1-2 Oktober 2016 serentak di 35 titik di Indonesia.

Mari kita terus sambut seruan suci ini. Untuk bangkit. Untuk berjaya. Untuk peradaban Indonesia.