Saatnya Perempuan Menjadi Influencer Kebaikan

Kelas perdana dari School of Women Influencer (SWI) resmi dilaksanakan pada hari Sabtu (02/03) kemarin. Kelas perdana ini dilaksanakan di Aula Perpustakaan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung. SWI yang merupakan salah satu program dari Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Bandung Raya, pada pertemuan perdana ini dihadiri oleh 93 orang peserta yang siap menjalani perkuliahan selama tiga bulan dan siap menjadi influencer perempuan.

Pertemuan perdana kali ini diisi dengan Keynote Speech yang disampaikan oleh Indra Fitriyana selaku Ketua FSLDK Bandung Raya sekaligus sebagai Kepala Sekolah SWI. Dilanjut dengan  School of Women Influencer Prologue yang disampaikan oleh Amanda Rahmalia Syafitri, S.Ars selaku ketua Kemuslimahan FSLDK Bandung Raya dan juga Wakil Kepala Sekolah SWI, dan ditutup dengan penyampaian materi Marketing Syiar Dakwah oleh Yogi Gustaman,S.T selaku trainer Digital Marketing.

“SWI adalah School of Women Influencer. Sebuah platform sekolah perempuan non-formal yang mengkompilasi materi-materi tematik dan berkesinambungan terkait keislaman, kemuslimahan, serta influencing skills menjadii perkuliahan singkat yang dilakukan selama kuramg lebih tiga bulan. Asal Program Great Muslimah Trainer (GMT) yang dikemas begitu ciamik begitu cocok untuk perempuan masa kini,” tutur Indra.

“Dakwah itu bukan Cuma kerjaan orang-orang di atas mimbar. Esensi dakwah itu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kemungkaran, jadi siapapun bisa mengajak dan menginfluence orang lain untuk menyuarakan kebenaran, termasuk perempuan. Sudah saatnya kita jadikan potensi media sosial sebagai lading amal meraih Jannah-Nya kelak,” ujar Ketua Kemuslimahan FSLDK Baraya, Amanda Rahmalia Syafitri.

Menjadi penebar manfaat dan berpengaruh pastinya membutuhkan ilmu, oleh karena itu SWI mengawali perkuliahan dengan memperkenalkan kontinuitas update status online sebagai langkah pertama. “Pastikan semua potensi yang kita punya sebagai aset untuk terus bermanfaat, termasuk media sosial kita. Udah dipakai apa saja medsos kita selama ini? Sering update nggak? Pastikan kita buat dan update status! Jangan Cuma jadi followers aja!,” begitulah seruan Yogi kepada peserta SWI agar aktif memposting konten yang bermanfaat di media sosial.

“Setelah ikut kelas perdana SWI ini saya merasa senang, bersyukur masih diberi kesempatan untuk terus belajar dan ketika mendapat materi ‘oooh’ moment jadi semakin tersadarkan masih harus banyak belajar dan ktika dapat ‘wow’ moment saat tau (tentang) penugasan-penugasan merasa harus lebih kuat lagi menantang diri agar lebih baik, untuk bisa berkontribusi dalam kebaikan. Dan terpenting lagi, bisa bersua dengan sahabat-sahabat LDK se-Bandung Raya,” ujar Eli salah satu peserta SWI dari UPI Bandung.

Indonesia Berduka – Kecelakaan Pesawat

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)

Senin (29/10), pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang telah mengalami kecelakaan. Pesawat tersebut jatuh di perairan dekat Karawang, Jawa Barat. Pesawat ini diketahui membawa 178 penumpang dewasa, 1 anak-anak, dan 2 balita (sumber kompas.com).

Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia mengucapkan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya atas insiden tersebut.

Kami juga mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk senantiasa mendoakan saudara-suadara kita yang menjadi korban. Serta mendoakan keluarga korban untuk senantiasa diberikan kesabaran dan kekuataan untuk menghadapi musibah ini.

Musibah beruntun melanda. Semoga Allah ampuni dosa kita dan bimbing bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik kedepan. Aamiin

#IndonesiaBerduka
#FSLDKIndonesia
#KolaboratorKebaikan

FSLDK Lampung bersama MUI Lampung Siap Menjadi Garda Terdepan Tangkal Radikalisme dan Terorisme

Kamis, (06/09/2018) pukul 14.00 FSLDK Lampung yang dikoordinatori oleh Biro Khusus Jaringan dan Kemitraan melakukan kunjungan ke MUI Lampung dalam rangka langkah kolaboratif FSLDK Lampung beserta MUI untuk menangkal radikalisme dan terorisme di tataran kampus. Adapun dalam kunjungan tersebut membahas diskusi berupa peran LDK dan kolaborasinya dengan MUI untuk meningkatkan peran mahasiswa muslim dalam merawat NKRI. “MUI Lampung sepakat untuk bisa bersama-sama FSLDK menangkal gerakan radikalisme dikampus,  MUI pun mendukung setiap kegiatan yg dilaksanakan FSLDK dalam rangka menjaga persatuan umat.” Ujar Khairuddin Tahmid, selaku Ketua MUI Lampung

Wahyu Kurniawan selaku Ketua Puskomda FSLDK Lampung mengatakan bahwa, “FSLDK Lampung sebagai forum LDK se-Provinsi Lampung siap menjadi garda terdepan dalam menangkal setiap gerakan radikalisme dikampus. FSLDK bersama seluruh LDK di Lampung berkomitmen penuh untuk menumbuhkan semangat berbangsa dan bertanah air Indonesia dalam rangka menjaga persatuan dan merawat NKRI.”

Salah satu butir kerjasama antara FSLDK Lampung dan MUI Lampung adalah bahwa salah satu perwakilan dari MUI Lampung akan menjadi pemateri dalam Sekolah Kebangsaan dalam rangkaian agenda Muslim Student Summit oleh FSLDK Lampung dalam waktu dekat.

Fsldk-lampung-bersama-mui

GSJN 18 : FSLDK Indonesia Selenggarakan Khataman Quran Serentak Perguruan Tinggi Se-Indonesia

5093b800-9fc5-44c1-b983-d9dc902c7b08
GSJN #18

SOLO – Gerakan Subuh Jamaáh Nasional (GSJN) telah menginjak kali ke 18. Agenda yang rutin diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia tersebut, selalu mengangkat permasalahan-permasalahan teraktual di Indonesia. Sebagaimana GSJN #18 yang dilaksanakan pada Jumat (10/03/2017), FSLDK Indonesia mengangkat tema “Membangun Generasi Pewaris Negeri Menuju Indonesia Jaya” dengan tajuk spesial Kampus Nusantara Mengaji.

Agenda berbeda dilangsungkan pada GSJN #18 kali ini, yaitu khataman qurán yang diselenggarakan secara serentak bersama 40 Perguruan Tinggi yang tergabung dalam FSLDK Indonesia. Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia, Hanafi Ridwan menyampaikan, “salah satu penyebab utama permasalahan muslim saat ini adalah kian menjauhnya umat dari nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang semestinya menjadi pedoman hidup. Maka dari itu, melalui agenda GSJN ini, kami mencoba untuk mengajak pemuda-pemudi Indonesia kembali dekat dengan al-qurán sebagai salah satu bekal menuju bangkitnya islam kembali.”

GSJN #18 yang diselenggarakan serentak di 40 Perguruan Tinggi se Indonesia ini, juga terhubung melalui Video Conference Sambutan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (MENRISTEKDIKTI) yang berpusat di Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Selain itu, agenda ini didukung dengan hadirnya beberapa tokoh nasional yang turut memberikan sambutan diantaranya, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA, Prof. H.M. Mahfud M.D., S.H., S.U. dan Dr. (H.C) H. Ary Ginanjar Agustian. Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) secara langsung memimpin khatmil qurán yang dilanjutkan doa oleh Ketua MUI Solo Prof. Zainal Arifin Adnan.

Antusiasme yang sangat baik ditunjukkan dari membludaknya peserta GSJN #18 hingga mencapai 1500 jamaáh menyesaki Masjid Nurul Huda UNS. Hal yang serupa tampak juga dari antusiasme jamaáh yang juga melaksanakan GSJN di 40 masjid kampus se-Indonesia. “Masa-masa keemasan yang dulunya menghiasi lembaran sejarah umat manusia, sekarang hanya menjadi nostalgia manis pengisi kenangan umat muslim. Kemudian, kita tidak bisa tinggal diam menyaksikan Islam berada di titik nadir. Pelaksanaan GSJN ini, menjadi wujud komitmen kami dan seluruh mahasiswa Indonesia untuk memuliakan al-qurán dan menjaga waktu subuh untuk menyongsong kebangkitan islam,” terang Hanafi Ridwan Dwiatmojo, Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.

Rapimnas FSLDK Indonesia Deklarasikan Gerakan Nasional Peduli Negeri

16788773_521140031416371_2365961822529388544_n
FSLDK Indonesia Mendeklarasikan Generasi Peduli Negeri

Solo – FSLDK Indonesia sukses menyelenggarakan Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) III pada tanggal 24-26 Februari 2017 bertempat di Surakarta. Agenda ini dihadiri oleh 120 peserta yang merupakan pimpinan dari 37 Pusat Komunikasi Daerah sebagai perwakilan dari Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia.

Rapat Pimpinan Nasional membahas arahan kerja serta evaluasi dari program-program FSLDK Indonesia dalam upayanya untuk membangun Indonesia. Tak hanya itu, pada kesempatan ini FSLDK Indonesia juga mendeklarasikan “Gerakan Nasional Peduli Negeri” yang akan fokus pada pencegahan narkoba dan miras serta membangun jiwa nasionalisme pada mahasiswa. Gerakan ini bekerja sama dengan DPR RI Komisi 1, Ganas Annar (Gerakan Nasional Anti Narkoba) MUI, Genam (Gerakan Anti Miras), dan DPD RI.

Salah satu poin penting dari simpul pergerakan ini adalah adanya advokasi kurikulum anti narkoba, anti miras, dan wawasan kebangsaan pada saat orientasi mahasiwa baru.

Narkoba dan miras adalah induk dari degradasi moral generasi muda Indonesia. “Miras adalah salah satu gerbang menuju kepada penggunaan narkoba. Sebagai generasi muda kita harus lawan miras dengan peran kita masing masing” tutur Fahira Idris selaku ketua Gerakan Nasional Anti Miras. Sedangkan Titik Haryati wakil pimpinan pusat Gerakan Nasional Anti Narkoba MUI menegaskan bahwa aktivis dakwah harus siap untuk melawah narkoba, bahkan Ganas Annar siap memfasilitasi pelatihan untuk menjadi satgas anti narkoba.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi 1 DPR RI memaparkan tentang pentingnya peran pemuda untuk menjaga kedaulatan NKRI. “Apa yg anda kerjakan hari ini mungkin biasa-biasa saja.Tapi 20 tahun yang akan datang peristiwa ini akan menjadi sejarah dan kalian akan memimpin negeri ini. Karena kalian adalah pemilik sah negeri ini, “paparnya.

“Kita adalah anak kandung Indonesia, yang berhak mewarisi negeri ini adalah kita, bukan bangsa lain. Maka membangun dan menjaga Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama”, tegas Hanafi Ridwan Dwiatmojo dalam akhir deklarasi.

Deklarasi ini ditandatangani oleh perwakilan dari masing-masing stakeholder dari berbagai elemen yaitu, Fahira Idris, S.E., M.H (Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras), Dr. Hj. Titik Haryati, M.Pd (Wakil Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkoba), Dr. Abdul Kharis Almasyhari, S.E., M.Si., Akt., C.A (Ketua Komisi 1 DPR RI), serta perwakilan dr FSLDK Indonesia yang diwakili Hanafi Ridwan Dwiatmojo selaku Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.