Brand New Day ala Anak LDK

oleh: Suryandi Ramadhan

Sudah mendekati akhir tahun nih. Udah banyak banget dong kisah-kisah yang sudah kamu jalani. Banyak rencana-rencana yang mungkin sudah terealisasi, atau bahkan tidak sama sekali. Waktu bakal terasa sangat cepat jika kamu geraknya lambat. Namun sebaliknya, waktu terasa sangat lambat jika kamu geraknya cepat. Begitulah, waktu kadang-kadang membuat bingung mereka yang tak memanfaatkannya untuk kebaikan-kebaikan. Mereka seolah-olah terkekang oleh banyaknya beban dan masalah dunia. Benar memang, meskipun dunia bagi orang kafir adalah surga, namun mereka tak pernah mendapat bahagia. Memang begitu, hakikat dunia itu sementara. Sehingga rasa senangnya juga sementara saja.

“Waktu bakal terasa sangat cepat jika kamu geraknya lambat. Namun sebaliknya, waktu terasa sangat lambat jika kamu geraknya cepat.”

Tapi tahu gak sih? Bagi mereka yang beriman, dunia itu penjara. Tapi coba deh bayangkan, jika kamu masuk penjara. Rindu banget kan keluar dari sana, semua yang di luar penjara bisa dibayangkan bak surga. Padahal bagi mereka yang berada di luar penjara, semuanya biasa-biasa saja. Ya, meskipun dunia yang sedang dijalani orang beriman sekarang ibarat penjara, tapi mereka bisa merasakan begitu indahnya jika kematian itu datang. Mereka bisa melakukan apa saja di surga, mereka bahkan bisa menjadi seratus persen lebih bahagia ketimbang ketika mereka di dunia. Sebab di Al-Qur’an udah tertulis bahwa keindahan surga itu tak pernah dilihat mata dan tak pernah di dengar oleh telinga. Indah bukan?

Nah, oleh karena itu mari mengambil banyak-banyak hikmah dari tahun-tahun yang sudah kita jalani. Bukan seberapa megahnya kita menyambut tahun yang akan datang sih, tapi lebih bagaimana semua yang sudah berlalu bisa menjadi iktibar atau pelajaran bagi kita. Sudah sebesar apa dosa yang kita lakukan, seberapa sering melawan orang tua, udah berapa kali bohongin dosen di masa pandemi ini, sesering apa kita ngerjain teman yang kita anggap hal biasa, padahal bagi dia mungkin itu menyakitkan hatinya. Serta banyak pertanyaan-pertanyaan lain tentang kesalahan kita di tahun ini.

“Bukan seberapa megahnya kita menyambut tahun yang akan datang sih, tapi lebih bagaimana semua yang sudah berlalu bisa menjadi iktibar atau pelajaran bagi kita”

Untuk kembali mengisi semangat, yuk mari siapin semua hal terindah yang bisa kamu bayangkan untuk tahun depan. Bikin rencana-rencana yang bukan sekedar wacana. Kalau bisa, bikin tuh targetan kamu semisal visi dan misi kayak calon-calon kepala daerah gitu. Tapi usahain semuanya berbuah pahala dan orientasinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’aala. Misalnya gini:

Visi

Hidup untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Mati masuk surga bareng keluarga dan orang-orang beriman di seluruh dunia

Misi

Ngelakuin semua hal baik yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya

Udah gitu aja, nanti silakan deh kamu jabarin sendiri sedetail-detailnya apa yang sudah saya tuliskan di atas. Kalau saya tulis semuanya, gak bakal cukup tulisan ini, bisa-bisa sampai tengah malam saya nulisnya. Eits, yang terpenting dari tahun baru itu muhasabahnya yang harus diperbanyak, ya. Jangan sampai kita ikut-ikutan merayakan hal-hal yang tidak ada urgensinya sama sekali bagi orang-orang beriman. Bahkan lebih banyak jeleknya. Semoga di tahun depan, kita bisa berjaya, dan tentunya menggapi surganya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin.

“Yang terpenting dari tahun baru itu muhasabahnya yang harus diperbanyak, Jangan sampai kita ikut-ikutan merayakan hal-hal yang tidak ada urgensinya sama sekali bagi orang-orang beriman.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *