Kita! Ini Saatnya Kita!

time

Pemahaman adalah sebuah jawaban atas pertanyaan mengapa seseorang mau berjuang sedangkan yang lainnya memilih untuk diam.

———
Mungkin kita tahu kalau saat ini kita menjadi bagian dari FSLDK, namun bisa jadi kita tidak memahami, mengapa kita yang dipilih oleh Allah untuk berada di dalamnya.

Tentu Allah punya kekuasaan mutlak untuk tidak memilih kita menjadi bagian dari FSLDK, atau menggantikan kita dengan pemuda pemudi terbaik yang lainnya. Tapi nyatanya, hingga detik yang ke sekian dari perjalanan hidup kita, Allah masih menganggap kita layak bergabung di dalamnya.

Dua puluh sembilan tahun sudah rumah bersama kita ini membersamai indonesia. Menebarkan kebaikan dengan generasi yang telah bergonta-ganti. Senior-senior kita yang dulu masih bertenaga mengikuti syuro sejak pagi hingga malam hari, kini mungkin telah memempersiapkan masa senja mereka, atau sedang menggendong lima sampai enam buah hati mereka. Lalu kapan kita seperti mereka?

Bukan, bukan itu pertanyaannya.

Masa mereka telah berganti. Zaman telah menempatkan kita untuk berada di posisi yang dulu sempat mereka tempati. Kita lah yang sekarang dipilih untuk meneruskan perjuangan yang dulu sempat mereka rintis. Melanjutkan peran yang dulu sempat mereka mainkan. Menjadi aktor-aktor berikutnya untuk sebuah visi yang dulu pernah mereka susun bersama-sama.

Dan sekarang, inilah giliran kita!

Setiap generasi selalu dilahirkan untuk sebuah tujuan yang berbeda-beda. Selalu ada generasi yang bertugas membuat pola, dan pasti ada generasi berikutnya yang hadir untuk menyempurnakannya. Selalu ada generasi bertugas menyusun bata pertama, dan di suatu saat yang benar-benar tepat, akan hadir generasi berikutnya yang bertugas untuk menjadikannya sebuah istana. Semua itu berkelanjutan, semua itu beriringan.

Dua puluh sembilah tahun yang lalu Allah menggerakkan senior-senior kita itu untuk berkumpul di jogjakarta mungkin karena Allah tahu, batu bata pertama itu harus segera diletakkan, karena dua puluh sembilan tahun setelahnya, generasi baru akan dihadirkan untuk menjadikannya sebuah istana. Dan mereka itu adalah kita! insyaallah, insyaallah.

Dua hari yang lalu FSLDK mengadakan rapat pimpinan nasional untuk membahas hal besar namun sederhana: akan seperti apa FSLDK kedepannya.

Dan saya ingin mengulanginya lagi disini. FSLDK akan seperti apa?

Insyallah, FSLDK akan tampil dengan warna nya sendiri. FSLDK akan tampil dengan prestasi-prestasi cemerlang, karya-karya besar, dan pribadi-pribadi yang mengagumkan. Sudah saatnya kita tampil ke permukaan, menunjukkan jatidiri kita bahwa muslim itu, dia hebat. dia berbakat, dan dia bermanfaat.

Sudah lama dunia menanti-nanti profil kader-kader LDK yang tampil dengan prestasi-prestasi besarnya. Sudah lama dunia menunggu kehadiran “mainan-mainan” anak-anak LDK yang bisa memberi manfaat bagi sekitarnya. Sudah lama masyarakat bertanya “apalagi perubahan yang diinisiasi anak-anak LDK?”. Itulah yang akan kita tampilkan selama dua tahun ini, insyaallah, insyaallah.

Harapan kami, nanti di FS-NAS Riau, di sebuah acara yang mempertemukan seluruh aktivis dakwah kampus nusantara, FSLDK bisa membuat parade prestasi! Dimana sepanjang jalan menuju tempat berlangsungya FSNAS, anda bisa melihat pameran prestasi terbaik dari kader-kader LDK. Insyaallah, insyaallah.

Maka, mari kita pahami, untuk alasan itulah kita dihadirkan disini. Tidak ada lagi waktu untuk bersantai setelah ini. Sudah saatnya kita untuk mengatakan, ‪#‎AyoBerlari‬!

Apakah kita bisa? Saya tidak tahu, dan saya tidak peduli dengan itu. Yang saya tahu hanyalah, saya harus melangkah sekarang juga!

Kita tidak akan pernah tahu apakah kita mampu mencapai garis finish sampai kita memilih untuk melangkahkan kaki-kaki kita. Selangkah demi selangkah, setapak demi setapak.

*H+1 milad 29 FSLDK*
Muhammad Syukri Kurnia Rahman
Fan Page: FSLDK Indonesia
@FsldkIndonesia
@densyukri

Puguh, ADK Penjelajah Nusantara

MAS PUGUH 4

Assalamualaikum, sobat muda @FsdkIndonesia..

Apa kabar nih? Udah ngapain aja seharian ini? Udah ngasih makan berapa anak yatim? Udah berbagi sama berapa orang miskin? Udah baca buku berapa lembar? Udah ngaji berapa juz? Banyak bener pertanyaannya ya. Hehe. Cuma ngingetin aja, dengan segala ke-keren-an yang kita buat hari ini, jangan sampai lupa buat nuntasin amal-amal harian kita yak. Muslim itu, orang keren dari surga yang lagi jalan-jalan di dunia. Aseek.

Sore ini kita kedatangan tamu istimewa nih, sob. Doi orang Yogya. Aktivis Dakwah Kampus (ADK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Namanya Puguh. Puguh Prasetyo Mulyo. Kan, namanya jawa banget. Pakai “O” semua. Haha. Ngomong-ngomong, kemaren waktu Aksi #SaveRohingya di simpang lima semarang, doi orasi pakai bahasa inggris loh. Wiihh..mantap!! Ngomong-ngomong lagi, alumni Forum Indonesia Muda 17 ini adalah ketua Lembaga Dakwah Kampus Uniersitas Muhammadiyah Yogyakarta. Tambah keren aja ni bocah.

Sobat muda @FsldkIndonesia.. Pada pernah main ke Bali sama lombok belum? Tentu ini pertanyaan bukan buat orang Bali sama lombok yak. Hehe. Nah, kalau udah pernah, berapa duit tuh yang musti kita keluarin buat kesana? 2 juta? 3 juta? Atau bahkan lebih? Nah, beda cerita kalau yang berangkat kesana adalah si puguh. Doi pernah ke bali dan lombok dengan modal super duper minimalis to the max. Bisa tebak berapa? 100 ribuan buat ke bali dan 200 ribuan buat ke lombok! Wiih..Kayak beli kacang aja lu, guh. Kok bisa sih? Gimana caranya? Baiklah, daripada penasaran, langsung kita samperin aja pelakunya. Hehe.

Misi ndan, apa kabar ente?

Alhamdulillah, sehat bos.

Kabar-kabarnya, ente udah sering melalangbuana kemana-mana dengan biaya murah meriah ya? Gimana tuh ceritanya? Boleh dong bagi satu dua cerita ke kita-kita.

Hehe. Belum banyak sih. Cuma, setiap liburan semester, ane sempetin melancong ke nun jauh disana. Baiklah. Kita mulai dari bali ya. Perjalanan ini ane tempuh di awal 2013. Jadi awalnya, ane sama kakak tingkat ane pengen banget melancong ke bali. Tapi ya biasa, mahasiswa. Duit kita kan terbatas. Akhirnya, kita putusin buat jadi backpacker (apa itu backpacker bisa tanya kak google). Awalnya kita gabung dulu sama komunitas Backpacker indonesia (BPI). Niatnya cuma mau nyari info terkait perjalanan yang murah tapi tetep “wah”. Habis dapet modal ilmu dikit-dikit dari temen-temen BPI dan tentunya modal nekat, perjalanan itu pun kita mulai..

Terus terus?

Nah gokilnya, karena kita fikir perjalanan bakal suram dan menyeramkan, plus takut mati kelaparan, kita putuskan buat ngangkut Rice Coocker kos-kosan, beras 3kg dan.. abon! Jadilah carrier kami penuh dengan barang-barang dapur itu. Walaupun akhirnya kami menyadari, membawa peralatan “perang” seperti itu adalah tindakan bodoh. Haha. Mengapa? Karena ternyata perjalanan ini tidak se-menyeramkan yang kami bayangkan. Bermodal link dari BPI dan dari teman-teman Lembaga Dakwah Kampus (LDK), kami dapat tempat tinggal yang nyaman dan aman di bali. Dimana? Di kontrakan ketua LDK Universitas udayana 2012. Dan ternyata, di rumah kontrakan beliau, semuanya tersedia. Mulai dari kompor, rice cooker, beras, bahkan sampai lauk-pauknya. Jadilah peralatan perang kami jadi pengangguran abadi. Disinilah kadang saya merasa kesal. Haha.

Haha. Bisa aja lu. Btw, perjalanan ke bali habis berapa juta?

Berapa juta gimana. Kita cuman habis seratus ribuan, bro. Mantep kan? Naek kereta dari Jogja ke banyuwangi habis 50 ribu, trus ke ketapang habis 7 ribu, trus ke denpasar nya 20 ribu. Dari denpasar ke udayana habis 3 ribu. Jadi total ya Cuma 80 ribu. Udah sampek bali, cuy.

Wih. Sangar. Gimana ceritanya ente kenal sama anak LDK udayana itu?

Awalnya nggak kenal sih. Nggak ada yang kenal sama sekali. Kita sotoy aja cari-cari di Facebook, kita kepoin dikit-dikit, terus langsung pedekate.. Ujung-ujungnya, numpang nginep. #yeaaa

Haha. Cakep juga cara ente. Hari pertama di bali ngapain?

Nah, hari pertama di bali kita maen ke GWK. Garuda Wisnu Kencana. Sama si empunya rumah tempat kita nginep dikasih tau, kalau mau ke GWK, kesananya abis sholat subuh, biar nggak bayar. Nggak sabar, abis sholat subuh kita langsung cus kesana. Dan ternyata bener, disana masih sepi. Nggak ada orang sama sekali! Bener-bener kayak punya kita sendiri. Jadilah kita puas-puasin maen disana. Apalagi buat berangkat kesana, kita dipinjemin motor sama temen-temen LDK udayana. Jadi nggak perlu repot-repot cari angkutan umum. Beeh..lengkap sudah kebahagiaan kita.

Manttaap!! Terus hari kedua?

Hari kedua kita maen ke ulu watu sama dream land. Di ulu watu ini, tempatnya kece punya. Banyak bule jalan-jalan sampai monyet-monyet berkeliaran (bukan bermaksud menyamakan bule sama monyet lho). Yah, namanya juga orang masih udik, nggak tahan juga buat foto sama bule yang keliahatan “cling”. Udah kenalan juga sebelumnya, dan ternyata dia dari rusia #eaa. Nah, begitu udah pose foto (berdua aja), tiba-tiba ada monyet yang loncat ke kepala ane, terus nyerang ane dengan membabi buta gitu. Kaca mata ane diambil, terus digigit sampek pecah berkeping-keping. Masyaallah, baru mau berbuat nyeleneh dikit aja udah ditegur sama Allah. Alhasil, sisa hari di bali ane lalui tanpa kacamata. Dan, semuanya buram.

Hahah. Salah elu sih, aneh-aneh. Udah terimakasih belom sama tu monyet? Wkwk. Sekarang coba ceritain perjalanan ente ke lombok dong.

Haha. Baiklah. Lombok. Pulau ini indahnya minta ampun. Yang paling terkenal dari pulau ini adalah pasir putih pantainya, misalnya pantai Gili Trawangan, gili kondo, dan masih banyak yang indah-indah lainnya. Ada lagi yang kece dari lombok. Apa itu? Gunung rinjani! Thats a wonderful mountain! Gunung rinjani ini juga masuk ke “Seven Summits of Indonesia” lho. Dan waktu ane maen ke lombok, ane berkesempatan naek ke puncak tertinggi dari gunung ini. Masyaallah, kerennya nggak ketulungan! Saking kerennya pulau ini, kalau para pelancong ditanya, “bukannya lebih keren bali ya, daripada lombok?” mereka pasti menjawab “Apa yang ada di Bali, juga ada di Lombok, tapi yang ada di Lombok belum tentu ada di Bali”.

Wah. Wah. Seru nih. Gimana tu awalnya ente ke lombok?

Nah, awal perjalanan ane ke lombok begini. Waktu itu di tahun 2014, ane ada duit Rp.1.100.000. Dengan duit segitu, ane pengen banget bisa maen ke lombok dan naek Rinjani. Mungkin nggak tuh kira-kira? Kalau naik pesawat, bisa-bisa ane pindah kuliah di lombok sob, karena gak bisa balik ke jogja lagi. Hehe. Akhirnya, ane muter otak. Gimana caranya dengan duit segitu ane bisa sampai ke lombok dan naek ke puncak rinjani. And the game start now! Ane putusin pakai jalur darat! Biar greget! Berapa duit habisnya? Ini rinciannya. Dari stasiun Jogja Lempuyangan ke stasiun banyuwangi Baru habis 50 ribu (taun 2013, sob). Terus dari banyuwangi ke Pelabuhan Gilimanuk habis 7000 perak. Lanjut lagi, dari Pelabuhan Gilimanuk ke Padang Bay habis 45 ribu. Masih ada lagi. Dari padang Bay ke P. Lembar juga habis 45.000. Terus lanjut dari P. Lembar ke Mataram 30 ribu.

Berapa tuh totalnya? 177 ribu! Ane udah bisa menghirup udara lombok dengan 177 ribu! Murah banget kan?

Wih. Trus disana nginep dimana?

Nah, di lombok itu ada rumah singgah “lombok backpacker”. Ane stay disana sejak dari awal tiba di lombok. Jadi waktu naek ke rinjani, barang yang nggak perlu dibawa ane tinggal disitu. Rumah ini unik, milik pasangan suami istri yang kami panggil mama-papa. Beliau ini mewakafkan rumahnya untuk dijadikan rumah singgah backpacker yang melancong ke lombok. Beliau tidak memungut biaya sepeser pun. Walaupun ini rumah singgah, tapi rumah ini bersih dan tertata rapi, karena setiap yang nginep disana punya kesadaraan untuk menjaga kerapihan rumah ini bareng-bareng. Yang keren, kalau malam jumat, rumah ini biasa kita buat yasinan bareng-bareng, trus makan-makan sama temen-temen backpacker yang lainnya. Bahkan yang non islam pun kadang ikut nimbrung, Hehe.

Kalau perjalanan ke lombok ane ini ane detailin, bakalan panjang banget bro. Apalagi waktu perjalanan ane ke rinjani nya. Benar-benar berkesan.

Oke dah. Ane rasa cukup perbincangan kita. Walaupun masih banyak perjalanan lain yang bisa ente ceritain ke kita, tapi ini aja udah Inspiring banget, sob! Terakhir, apa nih pesen ente buat kita-kita di @FsdkIndonesia?

Ane ingin mengajak sobat muda @FsdkIndonesia untuk sekali-kali meluangkan waktu sejenak, mengintip indahnya pesona nusantara yang luar biasa hebatnya. Makin kesini ane makin sadar betapa kayanya bangsa kita ini. Namun sayang, terkadang justru mereka, orang-orang nun jauh di luar sana itulah yang berbondong-bondong menikmati kecantikan negeri kita. Sedangkan kita? Mungkin kalau ditanya, anda pernah ke wakatobi? Kita justru bertanya, dimana itu wakatobi?

Berikutnya, jadikan @FsdkIndonesia ini sebagai Rumah Besar yang, dimana pun kita berada, seolah-olah kita selalu berada rumah kita sendiri. Kenapa? Karena dimanapun kita berada, disana selalu ada saudara kita @FsdkIndonesia.

Indonesia adalah Sepenggal Firdaus yang dihadirkan Allah ke dunia, maka pergilah kesana, dan Pujilah Dia disetiap jengkal tanahnya.

Ini dia foto-foto si puguh…

MAS PUGUH 6
MAS PUGUH
MAS PUGUH 4
MAS PUGUH 3
MAS PUGUH 5
MAS PUGUH 8
Thanks to:

Our Sweet Home: @FsdkIndonesia Fsldkindonesia.org FSLDK Indonesia

Actor #LDK,Saya!: @maspuguh

Author: @densyukri

#BerkaryaUntukIndonesia

#MainKeRumah