Al-Qur’an dalam Refleksi dan Resolusi Hidup

Tahun telah berganti menyadarkan kita atas capaian-capaian apa yang berhasil kita raih di tahun ini dan mempersiapkan target-target hidup di tahun selanjutnya. Nyatanya, tidak semua keinginan di tahun sebelumnya dapat tercapai sehingga membuat kita menghapus target tersebut karena dirasa tidak relevan, menundanya, atau membuat strategi baru yang dirasa lebih tepat. Kita coba breakdown poin-poin resolusi satu per satu hingga menjadi to-do-list yang detil. Lulus kuliah, mendapat pekerjaan sesuai keinginan, menikah adalah resolusi yang biasanya menjadi harapan untuk dapat terwujud. Harapan yang menjadikan hidup terasa lebih sempurna dan bahagia. Namun, adakah interaksi dengan Al-Qur’an menjadi salah satu poin resolusi tersebut? Atau sudah menjadi keinginan di tahun sebelumnya namun sama sekali belum tercapai? Hanya menjadi pemanis tanpa adanya kesungguhan untuk mewujudkan?

Adalah kejernihan hati dan pikiran yang dapat membuat kita dengan rendah hati bermuhasabah diri merefleksikan segala amalan yang telah kita lakukan. Satu tahun yang telah terlewati bukanlah waktu yang panjang jika sedemikian besar pula target yang kita punya sehingga satu tahun mungkin hanya cukup sebagai persiapan membangun pondasi atau anak tangga mimpi kita. Satu tahun yang telah terlewati juga bukan waktu yang sebentar jika setiap harinya ada satu batu bata yang kita susun sehingga dalam satu tahun, susunan batu bata tersebut telah menjadi sebuah bangunan kokoh yang siap kita pakai. Tidak ada yang salah dari keduanya. Hanya saja, dalam satu tahun dan tahun-tahun sebelumnya, yang tidak akan pernah kembali itu, adakah Al-Qur’an menjadi salah satu yang kita perjuangkan?

Al-Qur’an adalah sumber kemuliaan. Siapa pun yang menjadikannya pedoman dalam menjalani kehidupan, maka ia akan mendapat kemuliaan di dunia dan di akhirat. Rasulullah SAW juga menyampaikan bahwa perumpamaan seorang mukmin yang senantiasa membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Uttrujah yang baunya harum dan rasanya manis. Ia adalah seorang yang dapat menginternalisasikan kandungan Al-Qur’an di dalam dirinya dan mewujudkannya dalam amalan harian baik secara individu maupun berjama’ah. Begitu pula sebaliknya. Di dalam surat At Thaha ayat 124, bahwa siapa yang berpaling dari Al-Qur’an maka Allah SWT akan memberikannya kesempitan dalam hidup. Tidak menutup kemungkinan bahwa segala kesulitan, kegundahan hati, dan kegagalan yang kita rasakan selama ini tersebab kurangnya interaksi kita dengan Al-Qur’an atau hanya menjadikan tilawah dan muraja’ah sebagai suatu tuntutan sehingga kita menjalaninya bagaikan tanpa ruh.

Rasulullah SAW sang kekasih Allah, seorang yang sudah dijaminkan Allah mendapat surga tertinggi pun, selalu berdo’a agar dirinya jangan sampai tidak mendapatkan keberkahan dan keutamaan Al-Qur’an yang telah Allah SWT janjikan.

أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِيْ وَنُورَ صَدْرِيْ وَجَلاَءَ حُزْنِيْ وَذَهَابَ هَمِّيْ
“Ya Allah aku mohon kepadaMu agar Al-Qur’an ini menjadi penyejuk hatiku, dan cahaya dadaku, dan penghilang kesedihan dan kegundahan hatiku.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

Dari do’a tersebut, kita dapat melihat betapa seriusnya Rasulullah SAW memohon kepada Allah untuk menerangi hati dan mengokohkan jiwanya dengan Al-Qur’an. Bahwa dengan Al-Qur’an, jiwa akan menjadi lapang meski menghadapi banyak ujian kesedihan, kesulitan, dan kegundahan.

Adalah sebuah karunia bila rasa butuh dan cinta terhadap Al-Qur’an telah mengalir dalam aliran darah kita. Menjadikannya bukan hanya sebagai tujuan, namun sebagai sebuah pegangan dalam menjalani setiap fase hidup. Meyakini bahwa semua resolusi kita adalah kesia-siaan bila tanpa melibatkan sebuah lentera yang menunjukan manusia pada jalan yang haq, yang akan menerangi alam kubur kelak, yang akan menanti di hari kiamat dengan membawa syafa’at dan limpahan rahmat. Menjadikan kenikmatan membacanya sebagai standar baru untuk mendefinisikan kesempurnaan dan kebahagiaan hidup.

Selamat melakukan refleksi dan membuat resolusi! Semoga dengan kesungguhan kita dalam memperbaiki hubungan dengan Al-Qur’an, Allah perbaiki pula orientasi kita terhadap kehidupan dunia ini sehingga target kita akan lebih jauh ke depan, ke kehidupan yang kekal.

Oleh: Aisyah Sa’diyah
Ketua Komisi Kemuslimahan,
Puskomnas FSLDK Indonesia 2017-2019