Pembakaran Bendera Bertuliskan Kalimat Tauhid di Garut

Assalaamu’alaikum, wr. wb.

Baru saja terjadi kegaduhan di tengah masyarakat Indonesia yang bersumber dari adanya peristiwa pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid oleh oknum Banser di Garut, Jawa Barat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan sikap menyayangkan kejadian tersebut.

Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, tentu kejadian tersebut tidak bisa kita diamkan serta tidak boleh lewat begitu saja tanpa ada pelajaran yang bisa kita ambil untuk perbaikan kedepan. Oleh sebab itu, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia sebagai bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keadilan, persatuan dan perdamaian merasa penting untuk menyatakan sikap sebagai berikut:

1. FSLDK Indonesia menyatakan sikap bahwa segala bentuk kegiatan yang mengandung unsur mempermainkan/menodai nilai sebuah agama, apapun agamanya, adalah tindakan tercela yang tidak berakhlak, dapat memunculkan kegaduhan di tengah masyarakat serta dapat menyakiti hati pemeluk suatu agama tertentu. Selain itu, hal tersebut bertentangan dengan pasal 156a KUHP yang salah satu isinya membahas tentang pidana bagi siapapun yang melakukan tindakan penodaan terhadap suatu agama.

2. Terhadap kegaduhan pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid di Garut, FSLDK Indonesia penting untuk menyatakan sikap sekaligus meluruskan pandangan yang keliru di sebagian masyarakat kita, bahwa bendera bertuliskan kalimat Tauhid sesungguhnya adalah bendera milik semua umat Islam yang memiliki makna sangat agung, bukan bendera milik satu organisasi/kelompok tertentu. Maka menjaga keagungannya, tidak sembarangan memperlakukannya adalah sebuah keharusan dan bagian terpenting dari akhlak sebagai seorang yang beragama dan berbangsa. Oleh karena itu, kami menegaskan bahwa tindakan pembakaran yang terhadap bendera bertuliskan kalimat Tauhid di Garut oleh oknum Banser adalah bentuk penodaan terhadap nilai Islam, apalagi telah sampai menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat.

3. FSLDK Indonesia mengajak masyarakat untuk mempercayakan penyelesaian kasus ini kepada proses hukum. Kita desak pihak Kepolisian agar mengusut kasus dugaan penodaan agama ini secara cepat, adil dan transparan. Hal tersebut penting agar dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat, sehingga tidak sembarangan bertindak kedepannya.

4. FSLDK Indonesia mengajak semua elemen masyarakat, khususnya para pemuda Muslim untuk menjadi pelopor pemersatu dan perdamaian umat. Mari kita mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Kita tetap nyatakan ketegasan kita berpihak dan membela nilai kebenaran, namun tetap mengedepankan ukhuwah Islamiyah dan upaya mempersatukan kembali umat.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. Semoga Allah mengampuni kelalaian kita, menguatkan persaudaraan kita, dan selalu membimbing negeri kita agar menjadi negeri yang diberkahi. Aamiin

Wassalaamu’alaikum, wr. wb.

Download : SIKAP FSLDK INDONESIA – PEMBAKARAN BENDERA TAUHID DI GARUT

Jakarta, 24 Oktober 2018
Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia
Fahrudin Alwi, S. Hum

2 Replies to “Pembakaran Bendera Bertuliskan Kalimat Tauhid di Garut”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *